menu

Senin, 31 Januari 2022

Menulis Buku Mayor dalam Dua Minggu

 Menulis Buku Mayor dalam Dua Minggu


Judul : Menulis Buku Mayor dalam Dua Minggu
Resume ke : 7
Gelombang : 23
Hari / Tanggal : Senin / 31 Januari 2021
Nara Sumber : Prof. Richardus Eko Indrajit
Moderator : Bunda Aam Nurhasanah, S.Pd

Bismillahirrahmanirrohiim,

Saya awali kegiatan belajar menulis malam ini dengan lafaz basmallah, karena selaku seorang muslim saya sangat percaya bahwa dengan lafaz ini apapun yang akan kita kerjakan akan mendapatkan ridho dan barokah dari Allah SWT. Selanjutnya tentu saja puji dan syukur saya atas segala nikmat yang begitu banyak yang telah Allah karuniakan kepada saya, dan tak lupa sholawar dan salam kita haturkan  ke hadirat junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW yang sangat kita harapkan syafaat beliau di hari akhir nanti.

Malam ini memasuki malam yang ke-7 dari 30 kali pertemuan yang direncanakan. Nara sumber pada malam hari ini adalah seorang bapak yang hebat  dengan segudang pengalaman  sebagai seorang penulis dengan segudang prestasi pula. Beliau adalah Prof. Richardus Eko Indrajit. Materi yang akan beliau bagikan ke peserta pada malam ini adalah "Menulis Buku Mayor dalam Dua Minggu" untuk menghantarkan penulis pemula menembus penerbit  mayor. Sedangkan yang bertindak sebagai moderator adalah seorang yang mempunyai pengalaman yang telah menerbitkan buku bersama penerbit mayor, yaitu Bunda Aam Nurhasanah. Malam ini seperti biasa bunda Aam selaku moderator mengawali pertemuan dengan perkenalan diri beliau, dilanjutkan dengan memperkenalkan nara sumber.

Tidak seperti malam sebelumnya, malam ini pelaksanaan pelatihan belajar menulis dimulai lebih awal karena kesibukan Prof. Eko, beliau hanya bisa membersamai peserta satu jam saja. Para peserta pelatihan pasti sangat memaklumi kesibukan beliau, dan itupun Alhamdulillah karena beliau masih memberikan waktu dan menyempatkan diri untuk memberikan materi pada malam ini, terimakasih Prof. Eko. 

Prof R. Eko Indrajit dilahirkan di Jakarta pada 24 Januari 1969. Beliau dikenal sebagai seorang tokoh pendidikan dan pakar teknologi informatika. Sekarang beliau menjabat sebagai Rektor Universitas Pradita. Beliau aktif sebagai narasumber diberbagai seminar dan lokakarya, selain beliau juga seorang penulis buku serta jurnal yang telah dipublikasikan baik didalam maupun diluar negeri. Saat ini beliau tercatat sebagai salah satu anggota Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan sebagai Ketua Smart Learning and Character Center (PSLCC) PGRI yang berperan melakukan pengembangan profesi guru dan pendidikan karakter berbasis teknologi dan informasi. Untuk mengetahui biodata lengkap Prof. Eko Indrajit dapat dilihat dilink berikut.

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Richardus_Eko_Indrajit    

Bunda Aam adalah salah satu penulis yang pernah berduet kolaborasi dengan Prof. Ekoji, serasa mimpi ketika bunda Aam melihat buku hasil karya beliau terpajang di rak Gramedia di seluruh Indonesia.

Prof. R. Eko Indrajit mengawali kegiatan menulis  semenjak tahun 1999, ketika itu usia beliau 30 tahun. Hal yang mendorong beliau menjadi seorang penulis adalah sejumlah mahasiswa beliau yang mendesak untuk menuliskan hal-hal baru pasca kerusuhan Mei 1998, yang menyebabkan mereka tidak lagi sanggup membeli buku-buku terbitan luar negeri yang mahal harganya (ingat ketika itu nilai dolar melambung tinggi tak terkendali). Dikala itu belum ada internet seperti sekarang ini, maka untuk mendapatkan ide menulis beliau pergi ke perpustakaan, mencari buku-buku bahasa Inggris yang berisi ilmu mengenai IT.

Setiap menemukan satu gambar yang menarik, beliau ringkas isinya, dan beliau sampaikan dalam Bahasa Indonesia yang mudah dipahami. Biasanya setiap satu artikel  menjelaskan mengenai satu gambar diagram dalam 3-5 halaman.Setelah kurang lebih 3 bulan, tak terasa ternyata beliau telah menulis mengenai 50 diagram, atau 50 artikel. kemudian beliau merangkumnya menjadi satu buku bunga rampai (campuran artikel seputar IT), dan mengirimkannya ke Gramedia, dan ternyata buku tersebut diborong banyak orang (terutama mahasiswaa), dan sampai dicetak ulang 3 kali dalam setahun. Setelah peristiwa ini,beliau menjadi ketagihan menulis.

Peristiwa yang menarik justru terjadi setelah menulis. Begitu banyak panggilan dari sana sini untuk mengisi seminar. Beliaupun dapat berkeliling Indonesia dengan gratis seperti yang beliau cita-citakan ketika masih kecil. Beliaupun mulai kerap mengisi berbagai seminar di sejumlah kota-kota di Indonesia.

Akhirnya semenjak tahun 2000, beliaupun konsisten menulis buku. Paling tidak ketika itu, dalam satu tahun  menerbitkan 2-3 buku.

Awalnya buku-buku beliau diterbitkan oleh Elexmedia Komputindo, beliaupun lalu mencoba kepenerbit lain. Penerbit ANDI Yogyakarta ternyata tertarik pula untuk menerbitkan buku beliau. Buku beliau yang bertajuk E Governmet Publikasi Penerebit ANDI merupakan buku yang sangat populer hingga saat ini. Alasannya karena pada saat itu belum banyak buku referensi yang membicarakannya, isu tentang E-Government sedang hangat-hangatnya di Indonesia.

Hal yang menginspirasi beliau untuk menyusun buku bersama dengan guru-guru hebat selama masa pandemi ini adalah peristiwa yang terjadi di masa lalu, tepatnya ketika beliau menjadi seorang asesor bagi Universitas Ahmad Dahlan.Ketika itu beliau diminta untuk mewawancarai mahasiswa dari UAD, dan bertemulah beliau  dengan Sdr. Ardiansyah. Beliau adalah mahasiswa yang pintar dan kritis. Pada saat itu Ardiansyah dan teman-teman sedang ketagihan menjadi praktisi open source, yaitu software-software gratis yang berkembang sebagai bentuk "protes" dari komunitas programmer dunia atas dominasi Microsoft yang harus berbayar mahal. Sdr. Ardiansyah bercerita bahwa dia memiliki teman sekitar 20 orang yang masing-masing ahli di satu software open source karena sering menggunakannya. Mereka beranggapan bahwa apabila seluruh Indonesia tahu mengenai fenomena software gratis ini, akan majulah negara kita.

Setelah mendengar hal itu, timbulah gagasan ide. Akhirnya Prof. Ekoji bersama sdr. Ardiansyah dan beberapa orang temannya berkumpul di sebuah warung dekat Bandara Adi Sutjipto, dan membuat suatu ide yang mereka sebut sebagai "ide gila". Prof. Ekoji meminta masing-masing mereka menulis satu buku sesuai dengan keahlian mereka, lalu buku itu diberikan kepada beliau,  kemudian beliau edit, dan meminta sebuah perusahaan untuk mempublikasikannya. disini beliau berfungsi hanya sebagai penulis kedua, karena memiliki peran mengedit dan menyarankan tata struktur isinya. Namun akhirnya 25 buku yang mereka tulis disepakati untuk diterbitkan. Rektor UAD pada saat itu sangat terkejut ketika mengetahui bahwa mahasiswa mereka berhasil menerbitkan buku bersama Prof. Ekoji.

Inilah buku yang beliau tulis bersama para mahasiswa UAD


Setelah itu beliaupun semakin ketagihan menulis, selain Elexmedia dan Penerbit ANDI , beliaupun  mencoba mulai menulis ke penerbit lain seperti Penerbit Grasindo dan lain-lain. Awal mula perkenalan beliau dengan 
Penerbit ANDI Yogyakarta dimulai dalam acara bedah buku yang berjudul E-Business. Di situ beliau belajar banyak  bagaimana caranya membuat buku yang laku di pasaran. Pada saat itulah beliau berguru dengan Penerbit ANDI untuk tulisan-tulisan berikutnya. Hal yang paling menakjubkan adalah ternyata orang tua beliaupun ingin menerbitkan buku setelah masa pensiun sebagai ahli logistik. Akhirnya lahirlah buku-buku karya ayah dan anak terbitan berbagai penerbit mayor seperti Supply Chain Management, Manajemen Persediaan, Manajemen Outsourcing, Manajemen e-Procurement dan Business Process Reengineering. Selain itu due ayah dan anak ini juga melahirkan dua buku tentang perguruan tinggi, yaitu Manajemen Perguruan Tinggi Moderen dan Welath Management bagi Perguruan Tinggi di Indonesia.

Disesi tanya jawab ada beberapa pertanyaan yang dijawab oleh Prof. Ekoji, diantaranya kriteria  harus dipenuhi agar tulisan kita bisa diterbitkan oleh penerbit mayor adalah KONTEN ATAU JUDUL YANG MENARIK (yang sedang menjadi tren pembicaraan) dan PENULIS YANG DIKENAL (karena memiliki track record bukunya laku di pasaran). Salah satu dari dua itu dapat menjadi pertimbangan, tetapi kalau ada dua-duanya akan menarik bagi penerbit mayor untuk mempublikasikannya dalam bentuk buku fisik maupun e-book. Selajutnya beliau mengatakan jika kita punya ide dan gagasan untuk mengajak anak-anak tingkat SMP menulis, sebaiknya kita memulai menulis dengan hal-hal yang DISUKAI MEREKA, bukan DISUKAI KITA. Fungsi kita adalah sebagai motivator dan editor. Judulnya agar menarik adalah apa yang sedang menjadi hobby mereka saat ini, misalnya berkaitan dengan keterampilan olah raga, kegemaran membuat animasi, kesukaan membuat mural, kegemaran membuat lagi indie, dan lain sebagainya. Tidak usah dulu berfikir dengan masalah bahasa. Intinya adalah ide-ide mereka tersampaikan dengan baik dan banyak yang menikmatinya. Mulailah dengan membaut artikel-artikel berbasis blog sebagaimana yang sudah diajarkan oleh Oom Jay. Dikesempatan ini juga beliau memberikan langkah-langkah membuat draft buku dalam waktu 2 minggu.

  1. Kunjungilah EKOJI CHANNEL, dan carilah sebuah konten/tema yang menarik bagi anda.
  2. Tulislah APAPUN YANG SAYA KATAKAN dalam channel youtube tersebut ke dalam bentuk tulisan.
  3. Strukturkan pembahasan saya tersebut dalam bentuk 5W1H - apakah judulnya (WHAT), mengapa judul tersebut penting (WHY), siapa yang membutuhkannya (WHO), dimana judul tersebut dapat diimpelemntasikan (WHERE), kapan menerapkannya (WHEN), dan bagaimana mengimplementasikannya (HOW).
  4. Memperlihatkan draftnya ke saya agar dapat saya teliti dan komentari.
  5. Saya meminta guru terkait MEMPERKAYA pembahasan dengan menambahkan kontennya dari sumber-sumber refrerensi lain. Saya ajarkan caranya mencari dan mendapatkan referensi tersebut.
Diakhir pemberian materi Prof. Ekoji memberikan tantangan kepada para peserta untuk menulis yang beliau beri nama FEBRUARI ROMANTIS yang diharapkan diikuti maksimum 25 orang guru yang serius ingin menjadi penulis.
Demikian akhir materi pada malam ini dengan terselip harapan semoga nantinya akan lahir penulis hebat dari group belajar menulis PGRI ini yang bisa menembus penerbit mayor dan akan mewujudkan mimpi untuk melihat buku karya kita sendiri akan tertata di toko buku diseluruh Indonesia...Aamiin.


Pangkalpinang, 31 Januari 2022

















































Jumat, 28 Januari 2022

Menulis Buku dari Karya Ilmiah

Menulis Buku dari Karya Ilmiah



Judul : Menulis Buku dari Karya Ilmiah

Resume ke : 6

Gelombang : 23

Hari / Tanggal : Jumat / 28 Januari 2022

Nara Sumber : Noralia Purwa Yunita, M.Pd

Moderator : Ibu Raliyanti


Bismillahirrahmanirrohiim,

Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kesempatan pada saya untuk kembali mengikuti kegiatan belajar menulis PGRI malam ini dan tak lupa pula sholawat dan salam saya haturkan ke junjungan kita Nabi Allah Muhammad SAW. Tanpa terasa malam ini adalah pertemuan kami yang ke-6, itu artinya sudah ada 6 resume yang telah kami kumpulkan walaupun resume yang telah saya buat belum merupakan resume yang baik dan benar, tapi saya akan tetap berusaha untuk menulis resume yang terbaik menurut saya berdasarkan ilmu yang sedikit demi sedikit saya dapat di pelatihan ini. 

Malam ini langit sangat cerah dan dipenuhi dengan taburan bintang-bintang, suhu cuaca pada malam inipun cukup untuk membuat kita berpeluh karena gerahnya. Setelah menyalakan Air Conditioner sayapun mulai menghidupkan laptop saya dan mulailah jemari ini merangkai kalimat demi kalimat. 

Bertindak selaku moderator pada malam ini adalah ibu Raliyanti, sedangkan nara sumber yang akan membersamai kita adalah seorang anak muda yang berbakat dan mempunyai segudang prestasi. Beliau adalah Noralia Purwa Yunita, M.Pd. Tema yang akan kita simak dan kita bahas pada malam ini adalah tentang Menulis Buku dari Karya Ilmiah. Menurut saya tema pada malam ini akan sangat menantang dan menarik.

Pelatihan malam ini seperti biasa diawali dengan berdoa dan perkenalan dengan moderator dan nara sumber. Setelah ibu Raliyanti memperkenalkan diri sebagai moderator pada malam ini, beliau selanjutnya memperkenalkan nara sumber yang luar biasa, seorang guru muda hebat dan berbakat dengan begitu banyak prestasi.

Melihat profil beliau terus terang saja saya merasa kagum, karena diusia yang terbilang masih muda belia, beliau telah memiliki begitu banyak prestasi yang mengagumkan.Tidak kurang dari 21 publikasi karya yang telah ditulis, baik itu berupa artikel, buku antologi maupun buku solo. Selain sebagai staf pengajar di SMPN 8 Semarang, beliau juga seorang penulis dan bloger. Beliau adalah alumni kelas menulis gelombang 8, beliau cukup sering menulis untuk salah satu rubrik di sebuah majalah.

Berbicara masalah karya ilmiah, kita  pasti  sudah pernah membuat karya ilmiah. Bagi yang lulusan S1, pasti pernah berjuang dengan yang namanya skripsi. Bagi yang melanjutkan pendidikannya lagi ke jenjang S2, akan meningkat lagi jenis karya ilmiahnya yaitu membuat tesis,lalu setelah menjadi guru, kita diberikan tuntutan untuk membuat satu jenis karya ilmiah lagi (sebagai penunjang kenaikan pangkat bagi ASN) yakni PTK, best practice, makalah tinjauan ilmiah, artikel ilmiah. Dari sini kita dapat melihat bahwa manfaat karya ilmiah hanya sebatas untuk memenuhi tuntutan tertentu saja. Bagi yang sedang kuliah S1, S2 atau S3 tujuannya semata hanya untuk memenuhi prasyarat agar dapat lulus dan mendapatkan gelar, selebihnya jika sudah disidangkan atau telah dilakukan penilaian, KTI sudah pasti dibiarkan tergeletak begitu saja di rak perpustakaan atau bahkan di gudang. Padahal, jika kita mengingat perjuangan untuk membuat dan menyelesaikan KTI tersebut, tentu tidak sedikit pengorbanan yang harus dikeluarkan, entah itu materi, waktu, atau bahkan psikis. Bahkan untuk sebagian orang ada yang menyelesaikan KTI sampai menghabiskan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Apakah kita rela jika karya yang sudah kita buat dengan usaha semaksimal mungkin, hanya kita sendiri yang menikmatinya atau hanya pihak tertentu saja yang mengetahuinya? 

Solusi yang dinilai lebih memberikan banyak manfaat, yaitu mengubahnya menjadi sebuah buku. Ada banyak manfaat mengkonversi karya ilmiah menjadi buku, antara lain. 
A. Dapat dibaca oleh masyarakat awam
B. Buku dapat diperjualbelikan, jadi ada keuntungan material yang dapat kita peroleh
C. Bagi para ASN, buku dapat dijadikan publikasi ilmiah yang dapat menambah poin angka kredit. Jadi selain mendapatkan poin AK dari laporan PTK, juga akan mendapatkan poin dari publikasi ilmiah berupa buku tadi. Sekali dayung 2 pulau terlampaui.
D.Jika buku hasil konversi karya ilmiah milik kita banyak yang baca, banyak yang beli, ada kemungkinan nama kita sebagai penulis akan dikenal oleh banyak orang, ini juga merupakan keuntungan tersendiri
E. Ilmu yang ada, dapat tersebar bebas tanpa sekat jika sudah diubah menjadi buku.
 
Bagaimana cara mengkonversi karya ilmiah ini menjadi sebuah buku? Karena tentunya sangatlah berbeda antara format penulisan buku dengan format karya ilmiah.
Perbedaan format buku dan KTI pada umumnya
 Format buku terdiri dari :
- Judul
- Kata pengantar
- Prakata
- Daftar isi
- Isi buku
- Daftar Pustaka
- Sinopsis
- Profil penulis
Boleh juga ditambah daftar gambar, indeks,
Format Karya Tulis Ilmiah (KTI) pada umumnya terdiri dari :
- Judul
- Lembar pengesahan
- Kata pengantar
- Halaman persembahan
- Daftar isi
- Pendahuluan
- Tinjauan Pustaka
- Metode penelitian
- Pembahasan
- Kesimpulan
- Daftar Pustaka
- Lampiran.

Cara mengkonversi Karya Tulis Ilmiah (KTI) menjadi buku.
A. Ubah judul
Biasanya, judul KTI menggunakan bahasa ilmiah,  kaki, dan panjang. Judul buku lebih cenderung menggunakan bahasa populer, santai dan singkat. Paling tidak maksimal 5-6 kata. Sebagai contoh, judul Skripsi "Efektivitas metode SEM berbasis Mind Map untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa mata pelajaran Kimia kelas X SMA"Ketika diubah menjadi judul buku, menjadi :
" Mudah belajar Sains dengan metode SEMMI ".
lebih singkat, padat, namun tidak mengubah arti dari judul karya ilmiah yang telah dibuat.

B. Ubah daftar isi
Biasanya untuk beberapa karya ilmiah, daftar isi berupa : 
BAB 1 Pendahuluan berisi latar belakang masalah, tujuan, manfaat, batasan masalah
BAB 2 Landasan teori
BAB 3 Metode penelitian yang berisi rumus-rumus statistika
BAB 4 Hasil dan pembahasan
BAB 5 Penutup yang berisi kesimpulan dan saran.

Namun ketika diubah menjadi BUKU, daftar isi menjadi : (Ikuti pedoman 2W+1H)
Bab 1 (WHY) (MENGAPA)
Menjelaskan pentingnya, alasan penggunaan metode itu untuk pembelajaran. Masalah pembelajaran Sains selama ini, dan lain-lain.

Bab 2 (WHAT) (APA) 
Menjelaskan apa itu, karakteristik, ciri khas, dari metode/media/model yang menjadi fokus dari tulisan

Bab 3,4,5, dan seterusnya ( HOW ) (BAGAIMANA ) 
Menjelaskan bagaimana tahap pembuatan, bagaimana hasil pembuatan, bagaimana penerapannya.Boleh juga mengembangkan materi dari bab 2 di KTI.
Sebagai contoh jika bab 2 KTI yang merupakan landasan teori ternyata berisi :
2.1. Hasil belajar
2.2. Media pembelajaran
2.3. Modul
2.4. Metode pembelajaran
2.5  Pembelajaran berbasis riset

Ketika menjadi buku dapat dibuat menjadi beberapa bab yaitu :
Sub bab 2.1. Hasil belajar menjadi bab 2 buku 
BAB 2 TEORI BELAJAR
2.1. Belajar
2.2. Permasalahan dalam pembelajaran
2.3. Hasil belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya

Sub bab 2.2. Media pembelajaran menjadi bab 3 buku
BAB 3 MEDIA PEMBELAJARAN
3.1. Pengertian media
3.2. Jenis media
3.3. Manfaat media

Sub bab 2.3. Modul menjadi bab 4 buku
BAB 4 Mengenal modul 
4.1. Pengertian modul
4.2. Karakteristik modul
4.3. Sistematika modul
4.4. Kelebihan modul
dan seterusnya hingga sub bab dalam bab 2 selesai.

Dengan demikian hanya dari bab 2 KTI saja, kita sudah dapat menuliskan/ mengubahnya menjadi beberapa bab dalam buku. Jadi, perbanyak penjelasan teori dari bab 2 karya ilmiah dan juga hilangkan rumus statistika yang biasanya ada di bab 3 karya ilmiah.

C. Berikan pengetahuan baru yang terkait dengan isu sekarang. 
Sebagai contoh, mind map dikaitkan dengan tuntutan pembelajaran abad 21 yang mengharuskan peserta didik memiliki kompetensi 4C yaitu Communications, collaboration, creativity, dan critical thinking. Atau dapat juga dihubungkan mind map sebagai sebuah media efektif dalam pembelajaran di masa pandemi yang notabene jam mata pelajaran dipangkas sehingga guru tidak memiliki waktu yang cukup untuk menyelesaikan semua KD yang ada

D. Boleh menampilkan hasil penelitian tetapi jangan terlalu banyak. Hasil yang ditulis hanya data penelitian yang penting saja.

E.Secara kebahasaan dan penyajian, karya ilmiah versi buku haruslah berbeda dengan versi laporan. Susunan dan gaya tulisan bebas terserah penulis, karena setiap penulis memiliki ide dan kreativitas masing-masing sesuai dengan pengalaman dan bahan bacaannya. Semakin literatnya penulis maka akan semakin oke buku yang dia tulis. Hal ini karena membaca, berpikir dan menulis adalah satu rangkaian literasi yang tidak dapat dipisahkan. Selain itu, kita harus mengupayakan agar pembaca memahami isi buku kita secara lengkap, dan mengena apabila menjadi karya ilmiah kita diubah menjadi buku.

F.Daftar pustaka boleh menggunakan blog namun situs blog resmi seperti Kemendikbud.go.id, Jurnal ilmiah, e-book,atau karya ilmiah lainnya. Namun, hindari menggunakan daftar pustaka berupa blog pribadi dengan domain blogspot, wordpress, dan lain sebagainya

G. Berikanlah ulasan mengenai kelebihan dan kelemahan penelitian yang anda lakukan agar pembaca yakin bahwa anda benar-benar telah melakukan penelitian tersebut

H. Karya ilmiah versi buku minimal 70 halaman format A5 dengan ukuran huruf, jenis huruf, dan margin disesuaikan dengan aturan penerbit.

I. Agar tidak dikatakan self plagiarisme, sebaiknya kita tidak hanya sekedar copy paste KTI kita untuk dijadikan buku. Kita tetap menulis ulang setiap kalimat yang ada, namun dengan tidak mengubah arti dari kalimat yang ada di KTI asli. 
Teknik parafrasa akan membantu penulis ketika ingin menuliskan ulang KTI nya menjadi buku.Dengan demikian, membuat  buku dari karya ilmiah bukan berarti hanya mengubah cover dan judul saja sementara isi sama persis dengan KTI yang sudah kita punya. Itu merupakan suatu kesalahan karena akan menjadi self plagiarisme untuk karya kita. Kita harus mengubahnya sesuai dengan aturan yang ada sehingga KTI versi buku tidak akan sama struktur dan isinya dengan KTI aslinya. 

Disesi tanya jawab, banyak sekali pertnyaan yang masuk, salah satunya dari ibu Parni di Wonosari Gunung Kidul. Beliau menayakan apakah KTI yang sudah 5 tahun lebih ditulis dapat diubah menjadi buku? Menurut nara sumber diperbolehkan, asalkan daftar pustaka diperbaharui (minimal 5 tahun terakhir) dan isinya dikaitkan dengan kondisi sekarang, supaya isi buku lebih kekinian dan menjawab masalah masa sekarang.

Ada juga ibu Marhani dari Tolitoli yang menanyakan cara mudah untuk menulis karya ilmiah yang baik dan apa saja yang perlu diperhatikan dalam penulisan sebuah karya tulis ilmiah? Jawaban nara sumber untuk pertanyaan pertama adalah bahwa ide harus orisinil, menjawab permasalahan yang ada, mudah diaplikasikan atau dibuat dan tidak plagiat tentu saja. Hal yang harus diperhatikan yang pertama adalah format penulisan tentu saja, karena biasanya pihak juri akan melihat apakah karya tersebut sesuai aturan atau tidak, kemudian tema harus sesuai, ide harus orisinil dan unik, menjawab masalah yang sedang hangat diperbincangkan, EYD dan PUEBI juga wajib untuk diperhatikan dan referensi atau pustaka terbaru (biasanya 5 tahun terakhir).

Materi pelatihan pada malam ini memang agak berat dibandingkan malam-malam sebelumnya, namun kita  harus tetap semangat, memang untuk menjadi manusia yang lebih baik butuh banyak pengorbanan. Semoga saja apa yang disampaikan oleh nara sumber dapat kita ambil manfaatnya, sehingga kita bisa membuat sebuah buku dari hasil karya ilmiah yang kita punya. Betapa bahagia dan bangganya kita, apabila hal ini dapat terwujud. Insha Allah.





Pangkalpinang, 28 Januari 2022.



 

Rabu, 26 Januari 2022

Menulis Membuatku Naik Kelas dan Berprestasi

 


Judul : Menulis Membuatku Naik Kelas dan Berprestasi

Resume ke : 5

Gelombang : 23

Hari / Tanggal  : Rabu / 26 Januari 2022

Nara Sumber : Aam Nurhasanah

Moderator  : Dail Ma'ruf

Ke Kota Jember membeli garam,
Naik motor dibonceng pak Yusuf,
Nara sumber malam ini bu Aam,
Bersama moderator Dail Ma'ruf.

Saya buka resume malam ini dengan sebuah pantun, untuk membangkitkan gairah menulis saya.
Seperti biasa, malam ini saya sudah siap dihadapan laptop saya untuk mengikuti kembali kegiatan belajar menulis PGRI yang diprakarsai oleh Om Jay. Malam ini cuaca cukup membuat badan berkeringat, namun semangat harus tetap ada. Ditemani dengan segelas air putih dan beberapa potong kue, sayapun memulai kegiatan malam ini.

Kegiatan pelatihan malam ini akan dipandu seoarang moderator yang keren yaitu bapak Dail Ma´ruf.
Sedangkan yang bertugas menjadi nara sumber adalah ibu Aam Nurhasanah. Tema yang akan beliau angkat pada malam ini adalah " Menulis Membuatku Naik kelas dan Berprestasi". Ini adalah sebuah tema yang sangat menarik bagi saya secara pribadi. 

Ibu Aam Nurhasanah dilahirkan di Cipanas Lebak, pada 12 agustus 1988. Masa sekolah beliau habiskan di Cipanas, mulai dari SD Negeri Bintangresmi 02, SMP Negeri 1, dan SMA Negeri 1. Beliau melanjutkan pendidikan S1 di STKIP SETIA BUDI Rangkasbitung, prodi DIKSATRASIADA lulus tahun 2012. Saat ini beliau menjabat sebagai kepala di SMPS MATHLA UL HIDAYAH di Cipanas.
Beliau memulai karir sebagai blogger penulis pemula lalu menjadi moderator, nara sumber, kurator dan sekarang masih taraf belajar untuk menjadi editor dari naskah peserta kelas belajar menulis om Jay. Tidak kurang dari 41 buku yang telah dilahirkan oleh Ibu Aam Nurhasanah, baik berupa buku antologi, buku solo ataupun kolaborasi dengan Prof. Richardus Eko Indrajit. Sungguh pencapaian yang luar biasa.

Ibu Aam Nurhasanah juga ternyata adalah alumni belajar menulis PGRI gelombang 8 pada bulan April 2020.  Awal pelatihan beliau tidak fokus dan akhirnya tidak lulus dan tertinggal dengan teman-teman beliau yang lain. Namun beliau segera bangkit dan bergabung kembali di gelombang 12, disinilah beliau menemukan kekuatan dan semangat baru untuk terus bangkit dan selesai menulis resume sampai akhir pada saat itu.
Buku " Semangat Menulis Bersama Bu Kanjeng" adalah buku antologi pertama beliau yang sangat berkesan sehingga melahirkan buku solo perdana beliau yang bertajuk " Mengukir Mimpi Jadi Penulis Hebat"






Buku solo perdana beliau adalah hasil resume group belajar menulis bersama Om Jay di gelombang 12 bersama 42 orang peserta lainnya.
Buku solo kedua lahir setelah menjadi moderator kelas menulis. Buku solo ke-2 ini berjudul " Kunci Sukses Menjadi Moderator Online"

Setelah mengasah diri menjadi moderator, beliau ikut lomba blog yang dilaksanakan oleh PGRI dan berhasil menjadi juara 1 pada bulan Maret 2021, beliau juga masuk 10 besar HUT AISEI kategori artikel favorit. Setelah menjadi juara 1 lomba blog ini, beliau abadikan menjadi buku solo yang ke-3 yang diberi judul " Blogger Inspiratif "


Buku Parenting 4.0 adalah buku yang  tembus ke penerbit mayor PT Andi Offset hasil kolaborasi dengan Prof. Richardus Eko Indrajit yang ditulis selama satu pekan saja. Beliau bisa menulis buku hanya dalam satu pekan saja. Caranya 1 hari beliau menulis 1 bab, 10 halaman A4, maka dalam 6 hari menjadi 60 halaman A4, kalau dipindahkan ke A5 akan menjadi 120 halaman dan 1 hari digunakan untuk editing.

Masih banyak lagi buku-buku yang sudah ditulis Ibu Aam, bahkan beliaupun berhasil menularkan virus menulis kepada  murid beliau. Novel " Tak Seindah Takdir Cinta " merupakan karya romantis murid beliau yang bernama Juminah yang mengetik naskah hanya melalui HP. Tebal halamannya sampai 300 halaman. Ternyata naik kelas yang beliau maksud adalah bagaimana kita berproses dari nol sampai ketingkat yang lebih tinggi.

Dari pengalaman nara sumber sendiri kita bisa menyimpulkan bahwa untuk "Naik Kelas dan Berprestasi" kita harus mulai bangkit. Teruslah menulis jangan berhenti, dari awalnya menulis antologi akan lahir buku solo pertama. Dari buku solo pertama akan lahir buku yang ke-2, ke-3, ke-4 dan seterusnya. Mulailah menulis dari hal yang sederhana, dari hal yang kita sukai dan dari hal yang kita alami. mulailah menulis dengan 3 paragraph, pembuka, isi dan penutup. Mulailah membuat resume yang akan menjadi sebuah buku. 

Mari kita mulai bangkit dengan menetapkan niat, membangun kepercayaan diri, fokus dan mulailah mengatur skala prioritas, mulailah menulis dengan gaya dan bahasa kita sendiri. Lihat disekeliling kita begitu banyak ide yang bisa kita jadikan bahan tulisan kita, mulailah dari hal-hal yang sederhana. Jadikan menulis sebagai gaya hidup dan suatu kebutuhan. Semoga dengan menjadikan menulis sebagai kebutuhan, kita tidak merasa terbebani dan akan menambah gairah dalam menulis. 
Di akhir resume ini saya kutip kembali kalimat bunda Aam "Jangan takut untuk menulis, jangan takut untuk berproses, jangan takut untuk naik kelas." Jangan menunggu waktu baru menulis, tapi Luangkanlah waktu untuk menulis.SEMOGA


" RAJINLAH MENULIS HINGGA KARYAMU BERBUAH MANIS "
.



Pangkalpinang, 26 Januari 2022



































Senin, 24 Januari 2022

How To Be the F1



Judul                    : How To Be the F1

Resume  ke          : 4

Gelombang          : 23

Hari / Tanggal     : Senin / 24 Januari 2022

Nara Sumber       : Maesaroh, M.Pd.

Moderator           :  Ibu Widya Setianingsih


Tak terasa malam ini sudah memasuki malam ke-4 pertemuan kami dalam pelatihan menulis PGRI bersama guru-guru hebat se- Indonesia. Seperti biasa pertemuan pada malam ini akan dipandu oleh seorang moderator. Moderator yang akan bertugas pada malam ini adalah Ibu Widya Setianingsih yang kalau dilihat dari fotonya adalah seorang anak muda yang cantik dan pintar , sedangkan nara sumber yang akan membersamai kami pada malam ini adalah Ibu Maesaroh, M.Pd. Seorang guru muda yang multitalenta disamping itu beliau juga adalah seorang bloger, motivator, dan novelis. 

Rupanya Ibu Widya punya sebutan tersendiri untuk Ibu Maesaroh yaitu "Queen of Diction" atau Ratu Diksi karena pintar dan hebatnya ibu Maesaroh dalam merangkai kata-kata indah sarat makna di dalam karya puisi beliau. Malam ini Ibu Mae selaku nara sumber akan membersamai kami dalam materi bagaimana menulis resume yang baik dan menjadi F1.

Malam ini sebelum nara sumber menyajikan materi , kami terlebih dahulu disajikan sebuah puisi nan puitis buah karya Bu Mae. Mari kita simak puisi berikut :

Senja Mengukir Cinta
Oleh: Maesaroh

Deru angin dalam semilir
Mengukir ruang resah
Tentang senja paling gulita
Yang membawa rasa untuk dia.

Untuk rembulan dalam temaram
Ku titipkan singgasana cinta
Berceloteh tentang rindu
Yang bersembunyi dalam diam.

Sunyi bertahta dalam gelap
Hampa riak suara, kelabu
Hanya menandu rindu
Dari cinta yang berselimut dingin.

Rasa cinta yang tetap terjaga
Bak bersanding dengan alam
Menjadi singgasana keabadian
Membumi dengan lubuk paling dalam.

Untuk dia, ku jaga rasa
Memeluk rindu seabad
Ku sampaikan dalam maya
Agar terukir cerita paling menawan.

Lebak, 20 Juni 2021

Ketika ditanya bagaimana perasaan kita setelah membaca puisi ini, terus terang saja saya merasa begitu terkesima, Koq bisa ya..kata demi kata terangkai dengan begitu indah, alangkah senangnya seandainya sayapun bisa merangkai kata-kata seindah dan sepuitis ini.

Bu Maesaroh seorang yang berasal dari kota Lebak Provinsi Banten, yang terkenal dengan motto Lebak Unique karena tempat yang benar-benar unik. Kekayaan lokal yang di Lebak adalah Tanah Baduy yang didiami oleh suku Baduy yang sudah tidak asing ditelinga kita.

Bu Maesaroh adalah pelopor penulis reume tercepat di gelombang 18, hingga akhirnya beliau diberikan mandat menjadi ketua kelas, kemudian beliau lulus dipertemuan 22 dan menulis buku hanya dalam 2 hari saja. Memang menulis resume diblog adalah sesuatu yang baru bagi sebagian peserta pelatihan contohnya diri saya sendiri. Tapi kita perlu menulis cepat di blog. Mengapa? Karena menurut Bu Maesaroh apabila kita meletakkan tulisan kita diurutan teratas, maka kemungkinan besar kita akan memiliki pengunjung paling banyak. ini adalah berdasarkan pengalaman beliau sendiri. 
Salah satu target dalam mengikuti pelatihan ini adalah lahirnya sebuah buku solo. untuk mencapai target itu maka kita harus menyiapkan resume kita dengan baik yaitu dengan gaya menulis yang baik, sehingga ketika diedit untuk dijadikan sebuah buku akan menjadi buku yang berkualitas.

Sebelum kita melangkah lebih jauh tentang cara menulis resume yang baik dan benar ada baiknya kita terlebih dahulu mengerti beberapa hal tentang resume itu sendiri.

Apa itu Resume?
Resume adalah ringkasan atau rangkuman dari sebuah karangan atau tulisan yang panjang. Dalam resume, hanya menuliskan kembali intisari atau pokok informasi tapi tidak menghilangkan detail atau bagian penting dari tulisan tersebut. Contohnya, ketika ada sebuah novel, kita bisa membuat resumenya terlebih dahulu supaya orang lain bisa memahami isi dan pikiran dari pengarang dengan lebih ringkas.

Apa tujuan Resume?
Tak hanya mengetahui apa itu resume, namun mengerti akan tujuan resume juga penting. Tujuan resume adalah mengetahui materi yang disajikan dengan pemahaman yang lebih detail, tidak hanya paham namun bisa menguasai materi yang telah disampaikan. Selain itu tentunya memudahkan pembaca memahami maksud atau intisari dari sebuah karangan atau tulisan yang begitu panjang, tanpa adanya kesulitan memahami setiap kalimat yang begitu panjang yang mungkin lebih susah ditangkap.

Tujuan resume juga memberikan pengajaran kepada setiap orang untuk lebih bisa menjelaskan sesuatu yang panjang menjadi singkat dan padat namun kaya akan makna. Walaupun singkat namun lebih mudah dimengerti, dipahami dan diterima bagi siapa pun yang menerimanya. Tujuan lainnya adalah lebih mudah mengingat materi yang telah disampaikan tanpa membuka lagi tulisan yang mulanya belum diresume.

Apa saja Fungsi Resume?
Setelah mengetahui apa itu resume, kita juga perlu untuk memahami fungsi resume. Ada beberapa fungsi resume, diantaranya adalah
1. Menjadikan tulisan yang semulanya panjang lebar menjadi ringkas dan kaya makna.
2. Tulisan yang ringkas, padat dan penting akan mudah diingat.
3. Memudahkan penyampaian materi karena telah terkonsep.
4. Memudahkan pembaca menerima materi yang disampaikan.
5. Lebih mudah mengingatkan materi yang telah lalu karena tinggal membaca ulang dari resume yang telah dibuat.



Adapun cara yang bisa kita lakukan sehingga dapat menulis resume dengan benar adalah :
1.Amati materi dari Narasumber dengan baik, Tiru bahasa Nara sumber dengan tehnik parafrase, dan modifikasi menjadi bahasa sendiri (ATM) Amati, Tiru, Modifikasi. Bahasa yang kita tulis adalah gubahan dari nara sumber.

2. Memodifikasi Bahasa Nara sumber dengan gaya bahasa sendiri. Jangan Copy PasteBahasa Narasumber secara menyeluruh.

3. Hindari Copy Paste seluruh materi Nara sumber. Artinya, perlu keterampilan dalam mengolah bahasa menjadi bahasa sendiri yang memiliki poin sama dengan yang disampaikan oleh Nara sumber.

4. Kembangkan materi dengan relevansi sumber lain yang berhubungan dengan materi tersebut. So, perlu kesiapan untuk menulis resume.

5. Berikan kesimpulan/refleksi dari penjabaran materi yang diberikan Nara sumber.

6.Yang terpenting dari menulis resume adalah membuatnya dengan gaya bahasa sendiri. Kenapa ini menjadi keharusan? Sejatinya seorang penulis yang baik, adalah penulis yang memiliki karakter dalam tulisannya. Sebagaimana Indonesia adalah negara yang kaya akan keragaman bahasa, maka bahasa yang baik, adalah bahasa yang mempertahankan keindahan bahasanya sendiri.

Intinya menulislah dengan bahasa sendiri, dan jadilah diri sendiri (be your self). Tulis saja apa yang kita senangi dan apa yang kita mampu.





Untuk menjadi seorang penulis yang handal, tentunya kita harus merubah pola pikir kita. Sebagai seorang penulis tentunya kita ingin agar tulisan kita ada yang membacanya. Seorang penulis harus memiliki karakter, karena terkadang para pembaca mau membaca tulisan bergantung siapa penulisnya. Contohnya ketika ada penulis terkenal misalnya Tere Liye, tanpa diminta olehnya pun kita akan mencari tulisannya.


Karena itulah mengapa kita harus memiliki karakter dan kekhasan tersendiri dalam tulisan kita. Misalnya Bu Maesaroh biasanya akan menyisipkan sebuah kutipan pada setiap resume yang beliau tulis dan itu adalah kekhasan tulisan beliau dan akan menambah bumbu pada tulisan beliau.
Satu hal yang harus sangat kita hindari dalam tulisan kita adalah plagiarisme ataupun menduplikasi tulisan orang lain, hal ini dapat melemahkan mental orang lain.




Memang sebagai penulis pemula bukanlah hal yang mudah untuk menumbuhkan rasa percaya diri, karena itu kita harus memupuk mental baja, dengan cara :
1. Tanamkan sikap percaya diri. Jangan merasa malu, karena tulisan yang kita anggap jelek akan menjadi luarbiasa bagi mereka yang tidak pernah belajar menulis.

2. Siap dengan segala kritikan. Meskipun terkadang budaya memuji lebih banyak dari budaya mengkritik, namun pujian itu harus membuat kita semakin memperbaiki tulisan.

4. Bangunlah tulisan di berbagai Blog.
Hal ini amat perlu karena terkadang orang akan bosan melihat penampilan kita yang itu2 saja. Ibarat memakai baju, tentu orang akan bosan jika baju yang kita pakai hanya warna hijau saja. Itulah sebabnya tulisan harus memiliki warna lain, salah satunya tulisan kita pada blog lainnya. Seperti Omjay yang memiliki banyak blog dan banyak pengunjung.

Mulailah menulis dan teruslah menulis, semakin sering maka akan semakin terampil. Demikian pertemuan kita malam ini, dengan harapan tentu saja apa yang disampaikan oleh nara sumber akan menjadi motivasi bagi para peserta pelatihan untuk mulai menulis resume dengan baik dan benar. 
Sebagai penutup saya akan mengutip penggalan ayat motivasi yang dibagikan Bu Maesaroh diakhir pertemuan. Jadilah manusia cerdas yang siap menerima perubahan. Wassalam.




































Jumat, 21 Januari 2022

Blog dan Youtube Mengantarkanku Menjadi Guru Inspiratif Terbaik Nasional

 Blog dan Youtube Mengantarkanku Menjadi Guru Inspiratif Tingkat Nasional


Judul                    : Blog dan Youtube Mengantarkanku Menjadi Guru Inspiratif Tingkat Nasional
Gelombang          : 23
Resume ke           : 3
Hari/Tanggal        : Jumat / 22 Januari 2022
Nara Sumber        : Rita Wati,S.Kom.   
Moderator            : Ibu Rosminiyati

Assalamualaikum Wr Wb,
Alhamdulillah setelah melaksanakan tugas pengabdian di sekolah sebagai seorang guru, malam ini saya kembali membuka laptop dan mulai mengatur posisi duduk yang nyaman. Cuaca malam ini lumayan panas, tidak seperti malam sebelumnya, namun semangat tetap berkobar dan jari-jaripun mulai menekan huruf demi huruf di keyboard laptopku. 

Pertemuan pada malam ini akan dipandu oleh seorang moderator sekaligus guru berbakat dari SMK Negeri 2 Pangkalpinag.  nara sumber yang akan membersamai kita adalah Ibu Rita Wati, S.Köm yang merupakan seoarang guru, blogger, penulis, moderator dan juga seorang youtuber. Ibu Rita dilahirkan di Tanjung Pinang Kepulauan Riau dari orang tua yang berdarah minang. Masa kecil hingga remaja beliau habiskan di Tanjung Pinang, lalu beliau melanjutkan studinya ke Yogyakarta, lalu bekerja di Serang dan setelah menikah menetap di Bali. Begitu banyak bukun yang telah beliau tulis, baik itu buku solo, kolaborasi, maupun buku antologi. Demikian juga dengan prestasi yang begitu banyak telah beliau raih, Jadi nara sumber malam ini betul-betul top margotop. Berikut Profil Ibu Rita Wati.



Pertemuan diawali dengan perkenalan diri dari nara sumber. Ibu Rita Wati merupakan alumni gelombang 10 Belajar Menulis PGRI yang diprakarsai oleh Om jay dan beliau juga adalah staff pengajar di SMP Negeri 2 Mendoyo Kabupaten Jembrana Provinsi Bali. Beliau ternyata adalah guru Informatika. 

Ibu Rita Wati sebagai nara sumber pada malam ini lebih banyak berbagi pengalaman kepada para peserta. bagaimana beliau yang tadinya hanya guru biasa bisa menjadi guru berprestasi tingkat nasional. 

Untuk menjadi guru Berprestasi Tingkat Nasioanl ternyata beliau mengawalinya dengan mengikuti kelas belajar menulis. Menurut belaiau kita harus menetapkan dulu niat kita , cita-cita tertinggi ataupun keinginan tertinggi yang akan kita capai setelah mengikuti kelas belajar ini, karena ini akan menjadi motivasi pendorong bagi kita. Beliaupun pada saat mengikuti kegitan belajar menulis ini bercita-cita hanya ingin menerbitkan buku solo dan tidak berpikir terlalu jauh. 

Keinginan untuk menulis sudah ada sejak beliau masih berstatus sebagai mahasiswa namun kala itu belum tahu mau menulis apa dan bagaimana cara memulainya, hal ini juga yang sering menjadi kendala bagi para penulis pemuala. Para penulis pemula sering merasa tidak percaya diri dengan tulisannya dan hanya diendapkan saja di hidden folder bahkan yang lebih parah lagi adalah mereka menjudge diri mereka bahwa mereka tidak berbakat menjadi penulis. Setelah beberapa kali pertemuan digroup belajar menulis barulah beliau berfikir untuk membuat resume yang menarik dari olahan kata sendiri dan akhirnya tulisan beliaupun dishare oleh Om Jay guru blogger Indonesia, hingga akhirnya belaiu berhasil menjadi kurator. Hingga saat ini banya buku yang sudah beliau tulis.

Ini adalah buku yang sudah Ibu Rita Wati tulis.






Buku Baru duet bareng Prof. Eko yang diterbitkan penerbit Andi yang sudah terjaul ratusan.



Menjadi seorang blogger dan youtuber merupakan suatu kebetulan bagi beliau, ketika masa pendemi dan pembelajaran harus dilaksanakan dirumah masing-masing, disitulah beliau mulai menulis materi pembelajaran diblog dan membuat tutorial pembelajaran di youtube. Pada awalnya kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu cara beliau mengajar, namun seiring berjalannya waktu ternyata beliau telah memposting ratusan tulisan dan demikian juga video di youtube. Maka kepercayaan diri beliaupun mulai tumbuh. sampai akhirnya beliau mengikuti lomba blog PGRI tahun 2020 dan dapat peringkat ke-8 nasional. Sampai pada akhirnya beliau menjadi juara I lomba blog PGRI tingkat nasional, ternyata memang usaha tidak akan menghianati hasil, jika kita mau berusaha dan berusaha maka hasil yang kita harapkan akan kita raih. Menjadi guru inspiratif  nasional adalah pencapaian terbaik beliau yang diluar dugaan. 

Demikian materi pelatihan kita malam ini, dengan harapan tentu saja kita dapat mengambil manfaat dari apa yang di share oleh nara sumber pada malam ini. Mengutip apa yang telah di share oleh nara sumber diakhir pertemuan. "Teruslah menulis dan wujudkan cita-cita Bpk/ibu, tuangkan ide dalam tulisan dan biarkan Tulisan Bpk/ibu menemukan takdirnya Nothing is imposible in this world what we look upon today tomorrow maybe acomplsihed Fact (Tidak ada yang mustahil di dunia ini, jika hari ini terlihat mustahil besok bisa jadi kenyataan).
Wassalam.














Rabu, 19 Januari 2022

Menjadikan Menulis sebagai Passion

 PELATIHAN BELAJAR MENULIS GELOMBANG 23



Judul                    :  Menjadikan Menulis Sebagai Passion
Resume Ke          :  2
Gelombang          :  23
Hari/Tanggal        :  Rabu / 19 Januari 2022
Nara Sumber        :  Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd.
Moderator            :  Helwiyah

Assalamualaikum Wr Wb,

Alhamdulillah malam ini masih diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk bersama nara sumber hebat mengikuti kegiatan pelatihan menulis ini. Ditemani segelas kopi sekedar untuk menghangatkan badan, karena kota tempat tinggalku hari ini sejak tadi siang diguyur hujan yang cukup lebat. Malam ini adalah pertemuan ke-2 dan Ibu Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd. atau yang lebih kita kenal dengan Bunda Kanjeng akan membersamai kami dalam kegiatan malam ini. Kegiatan malam ini juga akan dipandu oleh seorang moderator yang cantik dan keren yaitu Ibu Helwiyah.

Kegiatan malam ini diawali dengan sapaan dan salam dari ibu Helwiyah selaku moderator sekaligus memberikan support kepada semua peserta. Nara sumber malam ini merupakan lokomotif dari serangkaian  gerbong antologi dari beberapa  kelas yang di Motori oleh Om Jay. Rupanya Om Jay memiliki panggilan lain untuk bunda kanjeng yaitu ulama ( Usia lanjut tetap masih aktif).
Berikut Profil Bunda Kanjeng.


Ada beberapa alasan  mengapa menulis menjadi passion yang menjanjikan , yaitu :
  • Kemampuan menulis dipandang sebagai indikator intelektualitas dan kematangan berfikir.
  • Hingga saat ini, profesi penulis adalah salh satu pekerjaan yang sangat dihormati dan dihargai secara sosial.
Untuk menjadikan menulis sebagai passion akan ada kendala dan hambatan yang akan kita temui, misalnya saja merasa tidak berbakat menulis, tidak memiliki waktu, tidak memiliki ide, tidak mau dikritik dan mungkin karena kita suka menulis. Alasan mengapa kita menulis karena menulis itu lebih filosofi dan berhubungan dengan nilai, visi dan misi hidup kita di dunia. Bagaimana cara kita menulis? lebih bersifat teknis jawabannya cenderung mudah dipelajari melalui proses latihan. Satu hal yang bisa memotivasi kita dalam menulis adalah hadist Nabi Muhammad SAW yang artinya sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi manusia lain. Langkah-langkah apa saja yang harus kita lakukan untuk menjadi seorang penulis yang baik ?
  • READ
    Untuk menjadi seorang penulis yang baik, kita perlu membaca banyak buku yang baik yang bersifat general (Umum) Untuk menjadi seorang penulis yang baik, kita perlu membaca banyak buku baik yang bersifat general (umum) maupun spesifik (misalnya sesuai dengan background akademik atau interest pribadi kita)
  • DISCUSS
    Hal ini penting karena ide dan gagasan seringkali muncul saat kita mendialektikakan bahan bacaan yang kita baca dengan bacaan orang lain atau dengan diri kita sendiri. Bila diperlukan, ada baiknya kita memiliki mentor menulis yang tepat.
  • LOOK & FEEL
    Baik secara langsung maupun apa yang kita lihat dan baca di media.
  • SOCIALIZE
    Berapa banyak pengetahuan, pengalaman dan kisah orang lain yang dapat kita serap?
Apa saja persiapan yang harus kita lakukan senbelum menulis?
1.  MENGGALI DAN MENEMUKAN GAGASAN ATAU IDE.
     Pada tahap ini , penulis  melakukan kegiatan penggalian gagasan atau ide.
     Kegiatan ini bisa dilakukan melalui pengamatan baik terhadap kejadian atau peristiwa yang               terjadi, imajinasi, dan kajian pustaka. Untuk mempermudah proses penemuan ide, cara efektif           yang dapat digunakan adalah melalui brainstorming.

2. MENENTUKAN TUJUAN, GENRE DAN SEGMEN PEMBACA
    Setelah menentukan gagasan atau ide, penulis perlu menetukan tujuan menulis, genre yang diikuti      serta target segmen pembaca. Sasaran pembaca akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam      menentukan warna tulisan. Selain itu, kita harus memastikan bahwa tulisan yang kita hasilkan            akan marketable.

3. MENETUKAN TOPIK
    Penentuan topik dilakukan setelah penulis menetapkan untuk apa menulis, genre apa yang dipilih     dan siapa sasaran pembacanya. Misalnya, tujuan menulis untuk memberikan informasi yang benar     tentang kesehatan. Genrenya tulisan populer. Jika sasarannya adalah orang tua (manula), maka           penulis bisa menentukan tulisan misalnya dengan topik “Hidup sehat di usia senja”.

4. MEMBUAT OUTLINE
    Outline merupakan bentuk kerangka tulisan. Kerangka tersebut menunjukkan gambaran materi          yang akan ditulis. Menulis outline cukup dengan garis besarnya saja. Karakteristik outline yang          baik memiliki kesederajatan yang logis, kesetaraan struktur, kepaduan, dan penekanan.

5. MENGUMPULKAN BAHAN MATERI ATAU BUKU.
    Penulis wajib membaca banyak buku dan sumber bacaan lain untuk memperkaya perspektif dan        referensi. Selain itu agar semakin banyak ide atau gagasan yang dapat dikembangkan.
    Apabila sudah menemukan topik, maka bahan bacaan yang dikumpulkan sesuai dengan topik           yang sudah ditentukan.

Penulis pemula sebaiknya lebih fokus pada ketekunan (PERSISTENCE) dalam proses      menulis.Tulislah semampu kita terlebih dahulu dan jangan berfikir harus sempurna  serta jangan terlalu idealis. setelah kita menyelesaikan naskah kasar dari buku yang kita tulis (rough draft) yang harus dilewati hingga terbitnya buku kita adalah : Editing, Revising dan Publishing

EDITING
Pada tahapan ini membahas tentang membaca ulang dan menyempurnakan draf
REVISING
Mengubah beberapa bagian naskah, melengkapi naskah dan mengevaluasi kembali naskah untuk menihilkan kesalahan tulis.

PUBLISHING
Pengiriman naskah, pracetak (perwajahan buku,tata letak, ISBN,proof reading), pencetakan
dan promosi dan distribusi

Dari beberapa pertanyaan kita bisa dapatkan berapa informasi bahwa untuk menumbuhkan passion dalam diri kita adalah dengan bersinergi dan berkolaborasi, yaitu dengan cara menulis secara keroyokan atau kita kenal dengan antologi. Dengan demikian kita akan terpicu untuk menulis.
Ketika menulis sudah menjadi passion maka tidak akan ada lagi alasan apapun  kalau sudah niat untuk menjadikan menulis itu sebagai passion maka kita pasti akan menyediakan waktu untuk melakukannya.
 
Materi pelatihan malam ini sangat memotivasi saya untuk menjadikan  menulis sebagai passion atau gaya hidup. Semoga dari pelatihan ini nati akan lahir penulis-penulis hebat yang membanggakan.  dan semoga Allah SWT  meridhoi kita semua dan dapat mengikuti kegiatan ini hingga akhir. Aamiin.  Sebagai penutup saya kutip tulisan bunda Kanjeng di akhir pertemuan malam ini. Menulis buku adalah pekerjaan mulia. Jadikan menulis sebagai passion. Jangan pernah takut tulisan jelek atau tidak ada yang mau membaca.Tetaplah berada di komunitas Literasi.  Ikuti nubar (nulis bareng) di buku Antologi sebagai jembatan menjadi penulis buku solo.












 





































Teknik Promosi Buku

Judul : Teknik Promosi Buku. Resume Ke : 28 Gelombang : 23 Hari / Tanggal : Senin / 21 Maret 2022 Narasumber : Akbar Zainudin Moderator : Wi...