Menulis Buku Mayor dalam Dua Minggu
Judul : Menulis Buku Mayor dalam Dua Minggu
Resume ke : 7
Gelombang : 23
Hari / Tanggal : Senin / 31 Januari 2021
Nara Sumber : Prof. Richardus Eko Indrajit
Moderator : Bunda Aam Nurhasanah, S.Pd
Bismillahirrahmanirrohiim,
Saya awali kegiatan belajar menulis malam ini dengan lafaz basmallah, karena selaku seorang muslim saya sangat percaya bahwa dengan lafaz ini apapun yang akan kita kerjakan akan mendapatkan ridho dan barokah dari Allah SWT. Selanjutnya tentu saja puji dan syukur saya atas segala nikmat yang begitu banyak yang telah Allah karuniakan kepada saya, dan tak lupa sholawar dan salam kita haturkan ke hadirat junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW yang sangat kita harapkan syafaat beliau di hari akhir nanti.
Malam ini memasuki malam yang ke-7 dari 30 kali pertemuan yang direncanakan. Nara sumber pada malam hari ini adalah seorang bapak yang hebat dengan segudang pengalaman sebagai seorang penulis dengan segudang prestasi pula. Beliau adalah Prof. Richardus Eko Indrajit. Materi yang akan beliau bagikan ke peserta pada malam ini adalah "Menulis Buku Mayor dalam Dua Minggu" untuk menghantarkan penulis pemula menembus penerbit mayor. Sedangkan yang bertindak sebagai moderator adalah seorang yang mempunyai pengalaman yang telah menerbitkan buku bersama penerbit mayor, yaitu Bunda Aam Nurhasanah. Malam ini seperti biasa bunda Aam selaku moderator mengawali pertemuan dengan perkenalan diri beliau, dilanjutkan dengan memperkenalkan nara sumber.
Tidak seperti malam sebelumnya, malam ini pelaksanaan pelatihan belajar menulis dimulai lebih awal karena kesibukan Prof. Eko, beliau hanya bisa membersamai peserta satu jam saja. Para peserta pelatihan pasti sangat memaklumi kesibukan beliau, dan itupun Alhamdulillah karena beliau masih memberikan waktu dan menyempatkan diri untuk memberikan materi pada malam ini, terimakasih Prof. Eko.
Prof R. Eko Indrajit dilahirkan di Jakarta pada 24 Januari 1969. Beliau dikenal sebagai seorang tokoh pendidikan dan pakar teknologi informatika. Sekarang beliau menjabat sebagai Rektor Universitas Pradita. Beliau aktif sebagai narasumber diberbagai seminar dan lokakarya, selain beliau juga seorang penulis buku serta jurnal yang telah dipublikasikan baik didalam maupun diluar negeri. Saat ini beliau tercatat sebagai salah satu anggota Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan sebagai Ketua Smart Learning and Character Center (PSLCC) PGRI yang berperan melakukan pengembangan profesi guru dan pendidikan karakter berbasis teknologi dan informasi. Untuk mengetahui biodata lengkap Prof. Eko Indrajit dapat dilihat dilink berikut.
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Richardus_Eko_Indrajit
Bunda Aam adalah salah satu penulis yang pernah berduet kolaborasi dengan Prof. Ekoji, serasa mimpi ketika bunda Aam melihat buku hasil karya beliau terpajang di rak Gramedia di seluruh Indonesia.
Prof. R. Eko Indrajit mengawali kegiatan menulis semenjak tahun 1999, ketika itu usia beliau 30 tahun. Hal yang mendorong beliau menjadi seorang penulis adalah sejumlah mahasiswa beliau yang mendesak untuk menuliskan hal-hal baru pasca kerusuhan Mei 1998, yang menyebabkan mereka tidak lagi sanggup membeli buku-buku terbitan luar negeri yang mahal harganya (ingat ketika itu nilai dolar melambung tinggi tak terkendali). Dikala itu belum ada internet seperti sekarang ini, maka untuk mendapatkan ide menulis beliau pergi ke perpustakaan, mencari buku-buku bahasa Inggris yang berisi ilmu mengenai IT.
Setiap menemukan satu gambar yang menarik, beliau ringkas isinya, dan beliau sampaikan dalam Bahasa Indonesia yang mudah dipahami. Biasanya setiap satu artikel menjelaskan mengenai satu gambar diagram dalam 3-5 halaman.Setelah kurang lebih 3 bulan, tak terasa ternyata beliau telah menulis mengenai 50 diagram, atau 50 artikel. kemudian beliau merangkumnya menjadi satu buku bunga rampai (campuran artikel seputar IT), dan mengirimkannya ke Gramedia, dan ternyata buku tersebut diborong banyak orang (terutama mahasiswaa), dan sampai dicetak ulang 3 kali dalam setahun. Setelah peristiwa ini,beliau menjadi ketagihan menulis.
Peristiwa yang menarik justru terjadi setelah menulis. Begitu banyak panggilan dari sana sini untuk mengisi seminar. Beliaupun dapat berkeliling Indonesia dengan gratis seperti yang beliau cita-citakan ketika masih kecil. Beliaupun mulai kerap mengisi berbagai seminar di sejumlah kota-kota di Indonesia.
Akhirnya semenjak tahun 2000, beliaupun konsisten menulis buku. Paling tidak ketika itu, dalam satu tahun menerbitkan 2-3 buku.
Awalnya buku-buku beliau diterbitkan oleh Elexmedia Komputindo, beliaupun lalu mencoba kepenerbit lain. Penerbit ANDI Yogyakarta ternyata tertarik pula untuk menerbitkan buku beliau. Buku beliau yang bertajuk E Governmet Publikasi Penerebit ANDI merupakan buku yang sangat populer hingga saat ini. Alasannya karena pada saat itu belum banyak buku referensi yang membicarakannya, isu tentang E-Government sedang hangat-hangatnya di Indonesia.
Hal yang menginspirasi beliau untuk menyusun buku bersama dengan guru-guru hebat selama masa pandemi ini adalah peristiwa yang terjadi di masa lalu, tepatnya ketika beliau menjadi seorang asesor bagi Universitas Ahmad Dahlan.Ketika itu beliau diminta untuk mewawancarai mahasiswa dari UAD, dan bertemulah beliau dengan Sdr. Ardiansyah. Beliau adalah mahasiswa yang pintar dan kritis. Pada saat itu Ardiansyah dan teman-teman sedang ketagihan menjadi praktisi open source, yaitu software-software gratis yang berkembang sebagai bentuk "protes" dari komunitas programmer dunia atas dominasi Microsoft yang harus berbayar mahal. Sdr. Ardiansyah bercerita bahwa dia memiliki teman sekitar 20 orang yang masing-masing ahli di satu software open source karena sering menggunakannya. Mereka beranggapan bahwa apabila seluruh Indonesia tahu mengenai fenomena software gratis ini, akan majulah negara kita.
Setelah mendengar hal itu, timbulah gagasan ide. Akhirnya Prof. Ekoji bersama sdr. Ardiansyah dan beberapa orang temannya berkumpul di sebuah warung dekat Bandara Adi Sutjipto, dan membuat suatu ide yang mereka sebut sebagai "ide gila". Prof. Ekoji meminta masing-masing mereka menulis satu buku sesuai dengan keahlian mereka, lalu buku itu diberikan kepada beliau, kemudian beliau edit, dan meminta sebuah perusahaan untuk mempublikasikannya. disini beliau berfungsi hanya sebagai penulis kedua, karena memiliki peran mengedit dan menyarankan tata struktur isinya. Namun akhirnya 25 buku yang mereka tulis disepakati untuk diterbitkan. Rektor UAD pada saat itu sangat terkejut ketika mengetahui bahwa mahasiswa mereka berhasil menerbitkan buku bersama Prof. Ekoji.
Inilah buku yang beliau tulis bersama para mahasiswa UAD
Setelah itu beliaupun semakin ketagihan menulis, selain Elexmedia dan Penerbit ANDI , beliaupun mencoba mulai menulis ke penerbit lain seperti Penerbit Grasindo dan lain-lain. Awal mula perkenalan beliau dengan Penerbit ANDI Yogyakarta dimulai dalam acara bedah buku yang berjudul E-Business. Di situ beliau belajar banyak bagaimana caranya membuat buku yang laku di pasaran. Pada saat itulah beliau berguru dengan Penerbit ANDI untuk tulisan-tulisan berikutnya. Hal yang paling menakjubkan adalah ternyata orang tua beliaupun ingin menerbitkan buku setelah masa pensiun sebagai ahli logistik. Akhirnya lahirlah buku-buku karya ayah dan anak terbitan berbagai penerbit mayor seperti Supply Chain Management, Manajemen Persediaan, Manajemen Outsourcing, Manajemen e-Procurement dan Business Process Reengineering. Selain itu due ayah dan anak ini juga melahirkan dua buku tentang perguruan tinggi, yaitu Manajemen Perguruan Tinggi Moderen dan Welath Management bagi Perguruan Tinggi di Indonesia.
Disesi tanya jawab ada beberapa pertanyaan yang dijawab oleh Prof. Ekoji, diantaranya kriteria harus dipenuhi agar tulisan kita bisa diterbitkan oleh penerbit mayor adalah KONTEN ATAU JUDUL YANG MENARIK (yang sedang menjadi tren pembicaraan) dan PENULIS YANG DIKENAL (karena memiliki track record bukunya laku di pasaran). Salah satu dari dua itu dapat menjadi pertimbangan, tetapi kalau ada dua-duanya akan menarik bagi penerbit mayor untuk mempublikasikannya dalam bentuk buku fisik maupun e-book. Selajutnya beliau mengatakan jika kita punya ide dan gagasan untuk mengajak anak-anak tingkat SMP menulis, sebaiknya kita memulai menulis dengan hal-hal yang DISUKAI MEREKA, bukan DISUKAI KITA. Fungsi kita adalah sebagai motivator dan editor. Judulnya agar menarik adalah apa yang sedang menjadi hobby mereka saat ini, misalnya berkaitan dengan keterampilan olah raga, kegemaran membuat animasi, kesukaan membuat mural, kegemaran membuat lagi indie, dan lain sebagainya. Tidak usah dulu berfikir dengan masalah bahasa. Intinya adalah ide-ide mereka tersampaikan dengan baik dan banyak yang menikmatinya. Mulailah dengan membaut artikel-artikel berbasis blog sebagaimana yang sudah diajarkan oleh Oom Jay. Dikesempatan ini juga beliau memberikan langkah-langkah membuat draft buku dalam waktu 2 minggu.
- Kunjungilah EKOJI CHANNEL, dan carilah sebuah konten/tema yang menarik bagi anda.
- Tulislah APAPUN YANG SAYA KATAKAN dalam channel youtube tersebut ke dalam bentuk tulisan.
- Strukturkan pembahasan saya tersebut dalam bentuk 5W1H - apakah judulnya (WHAT), mengapa judul tersebut penting (WHY), siapa yang membutuhkannya (WHO), dimana judul tersebut dapat diimpelemntasikan (WHERE), kapan menerapkannya (WHEN), dan bagaimana mengimplementasikannya (HOW).
- Memperlihatkan draftnya ke saya agar dapat saya teliti dan komentari.
- Saya meminta guru terkait MEMPERKAYA pembahasan dengan menambahkan kontennya dari sumber-sumber refrerensi lain. Saya ajarkan caranya mencari dan mendapatkan referensi tersebut.