menu

Jumat, 04 Maret 2022

Menjadi Penulis Buku Penerbit Mayor


Judul : Menjadi Penulis Mayor
Resume Ke : 21
Gelombang : 23
Hari / Tanggal : Jumat / 04 Maret 2022
Narasumber : Joko Irawan Mumpuni
Moderator : Widya Setianingsih

Bismillahirrahmanirrohiim.
Assalamualaikum Wr Wb. Detik berlalu, hari berganti dan pertemuan demi pertemuan telah kami lalui. Tibalah malam ini kami di pertemuan yang ke dua puluh satu di kegitan belajar menulis PGRI ini. Tentu saja Alhamdulillah kita ucapkan sebagai tanda syukur kita kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita kesehatan sampai pada malam ini, tak lupa juga sholawat dan salam selalu kita haturkan ke junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabat dan pengikutnya.

Di malam yang cerah dan penuh bintang ini kembali kami akan diberikan ilmu berkenaan dengan kegiatan tulis menulis. Materi yang akan diberikan adalah "Menjadi Penulis Mayor". Bagaimana cara menjadi penulis mayor dan apa itu penulis mayor akan disamapaikan oleh narasumber pada malam ini yaitu bapak Joko Irawan Mumpuni, sedangkan moderator yang akan membersamai kami adalah ibu Widya Setianingsih dan ini bukan pertama kali beliau menemani kami sebagai moderator dalam kegiatan ini. sebelum kita menyimak lebih lanjut materi yang akan disampaikan, terlebih dahulu kita lihat profil singkat narasumber kita.

Profil Singkat Narasumber
Bapak Joko Wirawan Mumpuni  adalah Direktur Penerbitan di Penerbit Andi. Beliau juga adalah ketua I IKAPI DIY, seorang penulis bersertifikat BNSP dan asesor BNSP. Berikut ini profil singkat beliau yang ditampilkan dalam flyer.


Uraian Materi
Diawal pak Wirawan mengatakan bahwa yang MAYOR adalah PENERBITNYA bukan bukunya.
Telah hampir 20 tahun beliau menghidupi dunia penerbitan, penulisan dan aktif di Asosiasi Penerbit di Indonesia. Oleh sebab itu beliau sangat bersemangat dan antusias jika diajak berdiskusi seputaran penerbitan dan Penulisan Buku. Pertanyaan yang paling sering ditanyakan ke beliau adalah apa syaratnya agar tulisan kita bisa diterbitkan oleh penerbit Mayor. Apa syaratnya?


Apa kriterai Penerbit Mayor, dan apa bedanya penerbit Minor atau Penerbit Indie yang sekarang mulai banyak bermunculan?
Bapak Wirawan selanjutnya menjelaskan bahwa sebelum teknologi informasi berkembang pesat seperti sekarang ini; orang hanya mengenal penerbit Mayor dan penerbit Minor, masing-masing punya pendapat masing-masing apa yang membedakan penerbit mayor dan penerbit minor. Namun semua pendapat itu merujuk pada satu kesimpulan yang pasti yaitu Jumlah terbitan buku pertahun penerbit mayor jauh lebih banyak dibanding penerbit minor. berapa jumlahnya? masing-masing punya pendapat sendiri. Ada ribuan penerbit di Indonesia namun yang telah disebut sebagai penerbit mayor hanya sedikit bisa dihitung dengan jari tangan, dan Penerbit ANDI adalah salah satunya.

Selanjutnya bapak Wirawan menambahkan mengapa penulis merasa lebih bangga jika karyanya diterbitkan oleh penerbit mayor? Tentunya naskah karyanya akan dikelola lebih profesional, penerbit mayor biasanya punya fasiliatas lebih baik, modal, percetakan, Sumber daya manusianya juga jaringan pemasaran yang lebih luas.

Bapak Wirawan menambahkan lagi bahwa agar karya tulis kita bisa masuk dan diterima serta diterbitkan oleh penerbit mayor, harus melalui seleksi dengan tingkat persaingan yang sangat ketat. Contoh di Penerbit ANDI, tiap bulan naskah yang masuk bisa sampai 300 sampai dengan 500 naskah dan yang diterbitkan hanya 50 sampai dengan 60 judul saja,tentu saja sisanya dikembalikan ke penulis atau DITOLAK.

Karena begitu sulitnya menembus penerbit profesional baik yang penerbit minor apalagi penerbit mayor, maka para penulis ada yang menerbitkan karyanya sendiri yang saat ini penerbit seperti ini kita sebut dengan Penerbit Indie.


Di level berapa posisi kita sekarang?

Menurut bapak Wirawan Penerbitan adalah Badan Usaha yang mencari keuntungan dengan melibatkan banyak pihak yang semuanya penting.


Kalau disederhanakan gambarnya, penulis tetap muncul sebagai bagian yang paling penting.

Inilah yang menyebabkan Literasi di Indonesia masih rendah dibandingkan dengan negara-negara tetangga lainnya. dibawah ini adalah ciri-ciri penerbit yang baik.

Gambar dibawah Ini adalah imbalan yang akan diterima dan tidak bisa ditolak oleh penulis yang telah berhasil.
Syarat agar naskah bisa diterbitkan oleh penerbit mayor harus memperhatikan kriteria penilaian seperti gambar di bawah ini.

Naskah yang ditolak hanya nasakah yang temanya tidak populer dan penulisnya juga tidak populer.
Kita bisa mencari tema apa yang sedang populer di Google Trend. Kita akan mencoba apakah tema tentang " Batu Akik" populer saat ini. Ketika kita ketik "Batu Akik" dikolom Google Trend maka akan tampil seperti ini.

Sangat kelihatan kalau tema "batu akik" sudah tidak populer lagi untuk saat ini tetapi menjadi trend sekitar 10 tahun lalu.Sekarang kita coba dengan tema "Pemasaran".
Ternyata tema Pemasaran nggak pernah turun tetapi terus naik. Karena itu sebelum kita menulis pilihlah tema-tema  yang trendnya naik terus karena itulah yang disukai Penerbit.
Kita bisa mencari tema-tema menarik lainnya.

Bapak Wirawan menjelaskan bahwa ini baru dari sisi tema populer, padahal ada syarat kedua yang harus dipenuhi yaitu penulis populer. Untuk mengecek apakah penulis tersebut populer atau tidak, penerbit akan melacak profil penulis dari berbagai sumber, yaitu :
1). Berapa banyan teman/pengikut disosial medianya.
2). Seberapa aktif di grup-grup yang diikuti, akan lebih baik kalau penulis ini sebagai adminnya dengan jumlah anggota ratusan ribu. 
3). Apakah penulis ini punya blog sendiri dan seberapa aktif dan bagimana respon pembacanya. 4).Google Scholar adalah yang paling dicermati oleh Penerbit.

Berapakah oplah (Jumlah cetakan) yang akan dibuat oleh penerbit, jawabnya tergantung dari kwadran berikut ini.
Ilmu-ilmu murni akan memiliki lifecycle yang panjang, sampai bertahun tahun buku itu cetak ulang terus karena laku dan tidak perlu direvisi.
Market lebar artinya banyak dibutuhkan oleh masyarakat, jika itu buku pelajaran maka jumlah siswa/mahasiswanya sangat banyak. Pada umumnya penerbit memakai gaya selingkung semua yang ada didunia
Penulis IDEALIS biasanya tidak butuh uang, sedangkan yang penulis INDUSTRIALIS sebaliknya.
Penerbit akan menyukai kombinasi keduanya, ini ciri cirinya :



Demikian apa yang disampaikan oleh bapak Joko Wirawan Mumpuni pada malam ini. Semoga apa yang beliau sampaikan bermanfaat bagi kami selaku penulis pemula untuk menulis buku samapainantinya buku kami bisa diterbitkan oleh penernit Mayor, seperti Penerbit Andi misalnya. Terima kasih bapak joko Wirawan Mumpuni yang suda meluangkan waktu dan berbagi ilmu bersama kami. semoga apa yang bapak sampaikan akan dicatat Allah sebagai amal jariah bapak dan diberikan bakasan oleh Allah SWT. Aamiin. Diakhir materi bapak narasumber memberikan 3 buah gambar yang mengandung pesan yang sangat mendalam.










Pangkalpinang, 04 Maret 2022































 

13 komentar:

Teknik Promosi Buku

Judul : Teknik Promosi Buku. Resume Ke : 28 Gelombang : 23 Hari / Tanggal : Senin / 21 Maret 2022 Narasumber : Akbar Zainudin Moderator : Wi...