menu

Jumat, 11 Februari 2022

Mengeloa Majalah Sekolah


Judul : Mengelola Majalah Sekolah
Resume  Ke : 12
Gelombang : 23
Hari / Tanggal : Jumat / 11 Februari 2022
Narasumber : Widya Setianingsih, S.Ag.
Moderator : Maesaroh

Bismillahirrahmanirrohim,
Segala Puji hanya bagi Allah, yang maha pengasih dan penyayang. Alahamdulillah ya Allah masih Engkau berikan hamba waktudan kesempatan serta kesehatan untuk mengikuti kegiatan pada malam ini, teriring selalu sholawat dan salam kita keharibaan junjungan kita semua Nabi besar Muhammad SAW.

Malam ini dikarenakan sesuatu dan lain hal, saya agak terlambat mengikuti kegiatan latihan menulis PGRI yang dipelopori oleh Om Jay. Tapi bagi saya tidak masalah, dan setelah menyelesaikan semua tugas, sayapun kembali mempersiapkan diri  untuk bergabung dikegiatan malam ini.
Dari flyer yang dishare, sayapun membaca tema pelatihan malam ini, yaitu "Mengelola Majalah Sekolah". Materi ini akan disampaikan oleh seorang narasumber muda belia, cantik dan pastilah cerdas. Beliau adalah Ibu Widya Setianingsih, sedangkan yang berlaku sebagai moderatornya adalah seorang ibu juga yaitu Ibu Maesaroh atau yang akrab disapa bu Mae.

Pertemuan malam ini diawali dengan sapaan dari bu Mae dengan kalimat yang begitu puitis. Begini bunyi kalimat puitis itu :

"Selamat bersua dibilik senja yang jingga, semoga menggugah selera untuk menguntai pena"
Sebuah temu semoga melabuhkan rindu, hingga tercipta semangat yang menggebu menghinggapi derai angin yang mencipta segumpal kenangan enggan mati."

Moderator malam ini sepertinya agak berbeda dari sebelumnya. Pada malam ini begitu banyak kalimat puitis yang disuguhkan oleh moderator yang membuat saya merasa seperti sedang membaca puisi. Bu Mae memang seorang yang puitis.

Berikut ini Profil Singkat Narasumber
Narasumber malam ini bernama Widya Setianingsih, S.Ag, . Beliau adalah asli Malang Jawa Timur. Putri ke-4 dari Bapak Syarif dan Ibu Martini. Menempuh pendidikan sarjana di UIN Maliki Malang fakultas Pendidikan Agama Islam.Saat ini Beliau telah dikaruniai 2 orang putra yakni Althafian dan Rakha Bisma.Kecintaannya pada dunia anak membuatnya mencintai dunia mendongeng. Tulisan yang berisi cerita dongeng untuk anakku, insyaallah akan menjadi karya solo kedua beliau. Saat ini tercatat sebagai guru madrasah dan mengajar pula di MI Khadijah Malang. Spesialis pengajar siswa kelas 1 dan 2. Mempunyai hobi travelling, membaca, berkebun dan menulis.

Sejak tahun 2012 hingga sekarang beliau menjabat sebagai pimpinan redaksi majalah sekolah yang bertajuk “Kharisma” (Khadijah is my inspiration).
Saat ini beliau dipercaya menjadi ketua penggiat literasi madrasah atau lebih dikenal GELEM (Gerakan literasi madrasah). Aktif di Komisi Nasional Pendidikan dan menjabat sebagai sekretaris di komnasdik cabang Malang. Selain itu beliau juga aktif di beberapa kelas menulis, seperti pernah mengikuti kelas menulis online (KMO), belajar menulis bersama PGRI, Pucuk Diksi, kelas menulis tinta dan anggota di komunitas penggiat literasi nasional.
Sejak berkenalan dengan kelas menulis bersama Om Jay, penulis merasa memiliki komunitas penulis yamg luar biasa. Bertemu dengan banyak narasumber hebat dan teman-teman nusantara yang humble dan luar biasa. Bergabung dengan BM PGRI di gelombang 21. Alhamdulillah menjadi peserta terbaik dan peserta yang pertama kali lulus dan mendapat sertifikat. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang narasumber bisa dilihat di link berikut :

https://widyabisma.blogspot.com/2022/01/my-wonderfull-live.html

Uraian Materi


Definisi , Isi dan Penyusunan Majalah.

Menurut  KBBI Majalah adalah "Terbitan berkala yang isinya meliputi berbagai liputan jurnalistik, pandangan tentang topik aktual yang patut diketahui pembaca".

Menurut Waktunya
Berdasarkan Waktu penerbitannya, majalah dibedakan atas:
  • Majalah bulanan 
  • Majalah tengah bulanan
  • Majalah mingguan, dan sebagainya.
Menurut Isinya dibedakan
Menurut pengkhususan isinya dibedakan atas :
  • Majalah berita, 
  • Majalah anak-anak, 
  • Majalah wanita, 
  • Majalah remaja, 
  • Majalah olahraga, 
  • Majalah sastra,
  • Majalah ilmu pengetahuan tertentu, dan sebagainya






Ini adalah contoh Majalah sekolah yang ada di sekolah Ibu Widya Setianingsih selaku narasumber
pada malam ini. Disini beliau berbagi cerita sedikit tentang sejarah singkat berdirinya majalah ini.
Majalah Kharisma lahir sejak tahun 2007. Pada tahun 2008 sempat vakum selama dua tahun. Kemudian pada tahun 2010 terbit lagi dengan title Kharisma reborn. Mengapa reborn? Karena Kharisma terbit dengan penampilan yang baru. Saat pertama kali terbit tentu tampilan dan isinya tidak seperti saat ini.Tampilan Kharisma sangat sederhana sekali. Hanya berukuran 21 cm x 16 cm (separuh folio). Itupun tidak dicetak. Hanya di fotokopi hitam putih. 

Artikelnya pun belum beragam dan sederhana sekali. Kemudian lahir kembali dengan tampilan lebih menarik,  keren, dicetak, berwarna, hard cover dan isinya lebih beragam. Walaupun halamannya waktu itu  hanya ada 20 an halaman (sekarang 40 halaman).

Crewnya pun terbatas. Saat itu hanya ada pimred merangkap layout, dan saya sebagai reporter merangkap editor. Kemudian tahun 2010 saya diangkat menjadi pimred, barulah pembaharuan total dilakukan.


Langkah-langkah menerbitkan Majalah Sekolah 
  1. Menyatukan ide dan gagasan. Mencari teman-teman yang memiliki jiwa literasi dan organisasi. Membentuk susunan redaksi majalah.
  2. Mengajukan Proposal. Membuat proposal meliputi latar belakang, tujuan, susunan redaksi, anggaran dana dan sebagainya.
  3. Membuat rancangan majalah. Menentukan nama majalah, isi berita, pendanaan dan lain-lain.
  4.  Mencari rekanan pendukung. Percetakan, sponsor dan lain-lain.
Langkah selanjutnya setelah proposal disetujui adalah menyusun redaksi majalah sekolah.
Carilah guru2 yang MAU dan bersedia belajar untuk menjadi crewnya.
Sana dengan susunan redaksi majalah secara umum. Hanya saja kita buat lebih ramping. Dan beranggotakan dewan guru.

Susunan Redaksi Majalah Sekolah
  1. Penasehat : Dari Yayasan Sekolah/Komite Sekolah. Tugasnya adalah memberikan segala pertimbangan terhadap segenap crew tentang majalah sekolah.
  2. Penanggung Jawab : Yaitu Kepala Sekolah. Tugasnya adalah bertanggung jawab atas keseluruhan jalannya penerbitan pers, baik ke dalam maupun ke luar. Ia dapat melimpahkan pertanggungjawabannya kepada Pemimpin Redaksi sepanjang menyangkut isi penerbitan (redaksional).
  3. Pimpinan redaksi : Dari Guru yang ditunjuk. Pemimpin Redaksi (Editor in Chief) bertanggung jawab terhadap mekanisme dan aktivitas kerja keredaksian sehari-hari. Ia harus mengawasi isi seluruh rubrik media massa yang dipimpinnya.
  4. Editor. Tugasnya: Bertanggung jawab  swa sunting tulisan, proofreading dan mengedit semua tulisan.
  5. Reporter : Reporter merupakan “prajurit” di bagian redaksi. Mencari berita lalu membuat atau menyusunnya, merupakan tugas pokoknya.
  6. Fotografer  Tugasnya mengambil gambar peristiwa atau objek tertentu yang bernilai berita atau untuk melengkapi tulisan berita yang dibuat wartawan tulis.
  7. Layout . Tugasnya mendesain majalah, dan tata letaknya agar menjadi tampilan komunikatif dan menarik untuk disajikan.
  8. Bendahara : Tugasnya: Mengatur jalannya sirkulasi keuangan majalah sekolah
 Manfaat Majalah Sekolah
  1. Sebagai sarana komunikasi sekolah dengan walimurid, dan siswa
  2. Media komunikatif sekolah yang berisi berita-berita sekolah, informasi, pengetahuan dan hiburan.
  3. Wadah kreativitas guru dan siswa dalam berkarya (menulis, menggambar  dan lan-lain).
  4. Sarana publikasi sekolah di masyarakat.
  5.  Menjadi Kebanggaan sekolah dan menambah nilai plus sekolah terutama saat akreditasi
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menerbitkan majalah.
  1. Membuat nama majalahBuatlah nama yang unik, menarik dan mudah diingat. Bisa juga membuat nama majalah berupa singkatan nama sekolah, atau kata-kata yang menginspirasi. Contoh : SMART, MUTUALISTA, KONTAK, CAHAYA. KHARISMA singkatan dari Khadijah Is My Inspiration.
  2. Menentukan artikel yang akan ditampilkan.
  • Visi Misi Sekolah : Visi, misi sekolah masing-masing dituliskan di halaman 2.
  • Salam Redaksi : Kata sapaan pimred pada pembaca, menyampaikan isi majalah secara singkat, tema majalah, kondisi teraktual saat itu.
  • Berita Sekolah : Kegiatan-kegiatan sekolah, misalnya peringatan PHBI-PHBN, kegiatan sekolah dan lain-lain.
  • Profil Guru : Dimuat secara bergiliran mulai dari kasek, wakasek, guru, staf pendidik.
  • Profil Siswa Berprestasi: Menampilkan siswa paling berpretasi.
  • Karya Siswa : Menampilkan tulisan siswa, puisi, cerpen, foto hasil karya siswa berupa kerajinan, gambar dan lain-lain.
  • Kegiatan Siswa: Kegiatan outingclass, ataupun inclass. Misalnya outbound, praktek di kelas, unjuk kerja, game dan lain-lain. 
  • Kuiz berhadiah: Disesuaikan dengan jenjang kelas. Untuk SD TTS, tebak gambar, dll. Dan berhadiah.
  • Prestasi Sekolah : menampilkan prestasi terbaru dari guru, siswa, dan sekolah.
  • Info dan pengumuman: Info ujian, libur dan sebagianya.
      3.  Mengajukan ISSBN. Agar majalah kita memiliki hak paten, maka Mengajukan ISSBN                       sangatlah penting. Kita bisa menghubungi penerbit untuk membantu kita mendapatkan ISSBN.

      4. Menentukan Bahasa yang dipakai dalam majalah. 

       Sebelum menentukan bahasa yang akan kita pakai, kita harus mengetahui sasaran pasar kita                yakni siswa-siswi kita dan wali murid.
        Saran : 
  • Gunakan bahasa yang mudah dimengerti anak-anak.
  • Tidak menggunakan bahasa terlalu formal/kaku.
  • Gunakan bahasa keseharian dan pergaulan. 
  • Selipkan bahasa-bahasa gaul yang lagi ngetrend (asalkan harus sopan). Misalnya hay gaess, hai sobat (sapaan  untuk para pembaca).
  • Gunakan bahasa komunikatif sehingga seolah-olah kita sedang berbincang dengan pembaca.
      5. Carilah tema dari hal yang lagi booming atau ngetrend di lingkungan sekolah dan    masyarakat. Isue-isue keseharian yang sedang booming di lingkungan sekolah dan masyarakat bisa kita gunakan sebagai tema. Misalnya :
  • Tetap Berprestasi di Masa Pandemi.
  • Semakin Berilmu Semakin Berakhlak
  • Lets go green.
  • Raih Mimpi Setinggi Bintang.
  • Hold Your Star.
      6. Cover dan Layout Menarik. 
         Fungsi dari cover majalah adalah untuk melindungi isi majalah. Mencerminkan tema dan isi  majalah. Karena itu tampilan cover harus menarik pembaca.

Hal yang perlu diperhatikan dalam Layout dan tata letak majalah. 
  • Dibuat sesuai tema dan tingkatan usia pembaca (SD,SMP, SMA).
  • Praktis, simple, menarik dan memuat seluruh artikel dengan penataan padat tapi tidak sumpek.
  • Carilah guru yang berkompeten di IT sebagai tenaga layout dengan menggunakan aplikasi Corel. 
Untuk cetak majalah tidak semuanya kita cetak warna, hal ini untuk menekan budget agat tidak terlalu tinggi. Bisa 8 halaman saja yang di cetak warna, yang lainnya cukup hitam putih saja.

        7. Pembiayaan. Pembiayaan digunakan untuk
  • Biaya cetak majalah.
  • Membayar HR crew.
  • Pembelian hadiah kuiz dan lain-lain
Pembiayaan cetak majalah bisa di bagi menjadi 3.
1. Murni dari siswa: Siswa membeli majalah (dimasukkan di daftar ulang atau SPP)
2. BOSDA. Pembiayaan majalah bisa diambilkan dari dana BOSDA dengan kode rekening biaya cetak/penggandaan dan membayar honorarium.
3. Sponsor. Bisa dengan menggandeng  walimurid yang ingin beriklan tentang usahanya dengan memasang iklan tersebut di majalah.

      8. Percetakan. Tidak bisa dipungkiri percetakan merupakan faktor penting adanya majalah secara fisik. Akan tetapi bila tidak memungkinkan majalah dicetak karena beberapa hal misalnya pendanaan, situasi tidak bisa tatap muka karena pandemi maka majalah bisa juga disampaikan dalam bentuk online. Misalnya dishare dalam bentuk PDF melalui WhatsAp, Web sekolah, IG, Facebook dan lain-lain. Bisa juga melalui aplikasi flipbook atau photoshop.

       9. Upgrade Ilmu Secara Kontinue. Agar majalah selalu Uptodate maka harus ada jadwal untuk mengupgrade ilmu bagi para crew. Misalnya pelatihan menulis, pelatihan aplikasi Corel,Photoshop untuk layout dll dengan memberdayakan teman sejawat atau mendatangkan narasumber ahli.

     10. Pupuk Kekompakan Team. Ibaratnya tubuh maka crew majalah adalah bagian team yang memiliki tugas SAMA PENTING nya. Oleh karena itu team harus solid, terus pupuk kekompakan team. Saling mendukung dan mengisi kekurangan satu sama lain adalah kunci langgengnya sebuah team.

Demikian materi pelatihan pada malam ini. Diakhir materi narasumber mengajak semua peserta untuk membuat majalahsekolah, agar sekolah kitasemakin dikenal masyarakat luas, nilai kebanggan sekolah dan menambah nilai saat akreditasi sekolah. Jadikan sekolah kita semakin popular dengan hadirnya majalah sekolah. Saat ini munkin kita merasa berat dan sepertinya imposible lagi sulit. Tapi ibarat naik tangga mulailah dari tingkat yang paling bawah sebelum mencapai puncaknya.
" Siapa yang berhenti berusaha ketika menghadapi kegagalan, berarti dia telah gagal." Wassalam.



Pangkalpinang, 11 Februari 2022

















 

Rabu, 09 Februari 2022

Kiat Menulis Cerita Fiksi

 

Judul : Kiat Menulis Cerita Fiksi
Resume Ke : 11
Gelombang : 23
Hari / Tanggal : Rabu / 9 Februari 2022
Narasumber : Sudomo, S.Pt
Moderator : Ibu Helwiyah

Bismillahirrahmanirrahim,
Saya buka goresan kalimat resume saya malam ini dengan sebait pantun, semoga yang membaca berkenan.

Duduk memelas dipanas terik,
Badan berkeringat peluh menetes,
Malam kesebelas kian menarik,
Terus semangat mencapai sukses,

Selanjutnya saya ingin bersyukur ke hadirat sang Khaliq Allah SWT yang begitu baik kepada saya dengan memberikan begitu banyak karunia kepada saya, sehingga pada malam ini saya masih bisa mengikuti kegiatan BM PGRI bersama bapak ibu guru hebat dari seluruh pelosok Indonesia. Tak lupa teriring sholawat dan salam kehadirat junjungan kita Nabi Muhammad SAW.

Malam ini adalah malam yang kesebelas dari tiga puluh malam pertemuan. Tentu saja kita semua berharap akan dapat mengikuti kegiatan pelatihan BM PGRI sampai akhir nanti dan semua peserta akan dapat menghasilkan satu buah buku solo perdana.

Pada malam ini tema yang akan dibagikan ke peserta adalah " Kiat Menulis Cerita Fiksi". Dari tema ini timbul pemikiran dibenak saya bahwa cerita fiksi itu adalah cerita khayalan atau rekaan dari sipenulis, jadi cerita ini hanya bersifat imajinasi. Apakah pemikiran saya ini benar akan dijawab oleh narasumber pada malam ini yaitu bapak Sudomo,S.Pt.atau yang biasa disapa dengan panggilan Mazmo atau pak Momo.
Moderator yang akan membersamai kita pada malam ini adalah ibu Helwiyah. Diawal pertemuan ibu Helwiyah memperkenalkan narasumber yang merupakan seorang sarjana peternakan yang sangat mumpuni dibidang literasi.

Berikut profil singkat narasumber.

Bapak Sudomo, S.Pt. atau yang mempunyai nama pena Momo DM dilahirkan di Sukoharjo pada 27 Maret 1975. Beliau merupakan tamatan Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro Semarang. Saat ini beliau tercatat sebagai guru IPA di SMP Negeri 3 Lingsar Lombok Barat. Tidak kurang dari belasan buku yang sudah beliau tulis, baik berupa buku fiksi maupun non fiksi. Demikian pula dengan prestasi dibidang kepenulisan yang sudah beliau capai, banyak perlombaan yang beliau ikuti dan berhasil menjadi juara. Beliau adalah orang pertama yang menulis resume kelas menulis dalam bentuk Fiksi. Saat ini beliau juga merupakan Ketua Komunitas Guru Penggerak Kabupaten Lombok Barat. Tulisan fiksi beliau bisa dibaca dilink berikut.


Uraian Materi.
 
Sebelum lebih jauh kita membahas tentang kiat menulis cerita fiksi. saya akan terlebih dahulu memberikan gambaran sedikit tentang pengertian cerita fiksi.
Kata fiksi berasal dari bahasa latin fictio yang berarti “tindakan membuat, membentuk atau mencetak”. Menurut kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI) fiksi adalah cerita rekaan, khayalan, tidak berdasarkan kenyataan yang bertujuan untuk menghibur para pembaca. 

Mengapa Harus Belajar Menulis Fiksi?
Nara sumber memberikan beberapa alasan, diantaranya :
  1. Sebagai salah satu aspek yang dinilai dalam Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) adalah Literasi Teks Fiksi. Dengan belajar menulis fiksi, tentu seorang guru akan lebih mudah membuat soal latihan AKM bagi murid-muridnya.
  2. Menulis fiksi merupakan cara asyik untuk menyembunyikan dan menyembuhkan luka. Dengan menulis fiksi, seorang guru bisa menyuarakan isi hatinya melalui tokoh-tokoh yang diciptakannya.
  3. Cerita fiksi merupakan media pembelajaran alternatif yang menyenangkan bagi murid terutama menyangkut pengembangan karakter dan materi pengayaan.
  4. Menulis fiksi bisa menjadi tambahan poin dan koin, terutama jika dikumpulkan menjadi sebuah buku.
Persyaratan Untuk Bisa Menulis Fiksi
  1. Komitmen dan niat kuat untuk belajar menulis fiksi, baik melalui postingan blog atau kompetisi.
  2. Kemauan dan kemampuan melakukan riset. Tujuannya agar tulisan menjadi lebih nyata. Misalnya, menyangkut latar tempat.
  3. Banyak membaca cerita fiksi karya penulis lain. Hal ini akan memperkaya kosa kata dan juga menemukan gaya menulis.
  4. Mempelajari KBBI dan PUEBI agar cerita yang ditulis sesuai kaidah kebahasaan.
  5. Memahami dasar-dasar menulis cerita fiksi.
Unsur-unsur Pembangun Cerita Fiksi 
Unsur-unsur pembangun cerita fiksi adalah tema, premis, alur atau plot, penokohan, latar atau setting dan sudut pandang.
  1. Tema, adalah ide pokok cerita. Kiat menemukan tema adalah yang paling dekat dengan kita. Bisa saja keluarga atau sekolah. Selain itu, pilih tema yang paling disukai dan kuasai. Hal ini akan memudahkan dalam menyelesaikan cerita.
  2. Premis adalah ringkasan cerita dalam satu kalimat. Unsur-unsurnya terdiri dari karakter, tujuan tokoh, halangan/rintangan, dan resolusi. Contoh: Seorang penyihir muda berjuang melawan penyihir jahat yang akan menguasai dunia. Contoh tersebut adalah premis dari novel Harry Potter.
  3. Alur/plot adalah struktur rangkaian kejadian dalam cerita. Terdiri dari pengenalan cerita, awal konflik, menuju konflik, konflik/klimaks, dan ending.
  4. Penokohan adalah penjelasan selangkah demi selangkah detail karakter dalam cerita. Bisa digambarkan secara langsung, fisik dan perilaku tokoh, lingkungan, tata bahasa tokoh, dan penggambaran oleh tokoh lain.
  5. Latar/setting adalah penggambaran waktu, tempat, dan suasana.
  6. Sudut pandang adalah cara penulis menempatkan diri. Penggunaan sudut pandang dalam menulis cerita fiksi harus konsisten.
Kita Menulis Cerita Fiksi
Kiat-kiat untuk menulis cerita fiksi adalah :
  1. Niat untuk memulai dan menyelesaikan cerita fiksi. Permasalahan yang dihadapi oleh penulis adalah mengalami kebuntuan ide menyelesaikan tulisan fiksi.
  2. Perbanyak membaca cerita fiksi karya orang lain untuk menambah referensi berupa ide/gagasan/tema, teknik menulis, pemilihan kata, dan gaya penulisan.
  3. Terkait ide dan genre, catat segera ide cerita yang terlintas di kepala agar ide tidak hilang begitu saja. Pilih genre yang disukai dan kuasai.
  4. Susunlah Outline/kerangka karangan.
  • Kerangka disusun berdasarkan unsur-unsur pembangun cerita fiksi.
  • Menentukan tema agar pembaca mengerti lingkup cerita fiksi kita.
  • Membuat premis sesuai tema.
  • Menentukan uraian alur/plot berdasarkan unsur-unsurnya.
  • Menentukan penokohan kuat berdasarkan jenis dan teknik penggambaran watak tokoh dengan baik.
  • Menentukan latar/setting dengan menunjukkan sisi eksotis dan detail.
  • Memilih sudut pandang penceritaan yang unik
      5. Mulailah menulis. 
          Cara menulis antara lain dengan :
  • Membuka cerita dengan baik (dialog, kutipan, kata unik, konflik)
  • Melakukan pengenalan tokoh dan latar dengan baik dengan cara memaparkan secara jelas kepada pembaca.
  • Menguatkan sisi konflik internal dan eksternal tokoh.
  • Menggunakan pertimbangan logis agar tidak cacat logika dan memperkuat imajinasi.
  • Memilih susunan kalimat yang pendek dan jelas.
  • Memperkuat tulisan dengan pemilihan kata (diksi).
  • Membuat ending yang baik.
      6. Lakukan swasunting. 
          Hal-hal yang harus kita lakukan setelah selesai menulis adalah
  • Jangan menulis sambil mengedit.
  • Memfokuskan penyuntingan pada kesalahan pengetikan, pemakaian kata baku dan istilah, aturan penulisan, ejaan, dan logika cerita.
  • Usahakan menempatkan diri pada posisi sebagai penyunting agar tega menyunting tulisan sendiri.
  • Jangan lupa menyiapkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan Pedoman Umum EjaanBahasa Indonesia (PUEBI).
Dalam sesi tanya jawab saya mendapatkan tambahan pengetahuan bahwasanya jika kita ingin menulis cerita fiksi yang perlu kita persiapkan selain outline adalah riset. Riset bisa dilakukan melalui literatur terkait atau wawancara. Tujuannya agar apa yang kita tulis itu sesuai, terutama menyangkut kedaerahan. Khusus dalam menulis cerita rakyat, bisa saja langsung berkreasi dengan ide pokok. walaupun cerita itu sudah banyak ditulis, tetapi setiap penulis memiliki gaya khasnya. Selain itu, cerita rakyat belum tentu kebenarannya. Penulis pun bisa melakukan dekonstruksi. 

Dalam menulis novel, jika itu adalah kisah nyata maka kita perlu untuk meminta izin. Hal ini selain terkait etika juga menyangkut royalti jika dikomersialkan. Namun, hal ini tidak mutlak. Bisa saja tanpa izin menggunakan nama jika memang murni cerita fiksi berdasarkan imajinasi. 

Untuk membuat alur dan konflik yang menarik adalah dengan membuat pembaca penasaran dan kita usahakan agar cerita itu tidak cacat secara logika. Supaya cerita fiksi yang kita tulis itu menarik maka kita pilih tema yang dekat dengan pembaca, hadirkan konflik cerita yang logis juga menarik pembaca, alur cerita yang runut akan menjadi jaminan pembaca betah menyelesaikan membaca. Apalagi alur yang bikin penasaran dijamin akan menarik hati pembaca.

Dari pertemuan malam ini saya dapat meyimpulkan bahwa untuk membuat cerita fiksi kita harus percaya diri dan yakin dengan tulisan kita, jangan berpikiran bahwa tulisan kita tidak akan disukai para pembaca. Tulis saja apa yang mau kita tulis dengan gaya dan bahasa yang kita sukai dan kita kuasai. Sampai pada akhirnya nanti tulisan yang kita buat akan bertemu dengan para pembacanya.

Untuk menumbuhkan gairah menulis tidak bisa secara instan, kita butuh waktu dan tentu saja proses.
Berlatih dan rajin menulis setiap hari akan menumbuhkan gairah menulis dalam diri kita baik menulis fiksi maupun non fiksi. Kerja keras menjadi kunci utama kesuksesan kita menjadi seorang penulis. Diakhir resume, saya akan mengutip kembali kalimat penutup yang diberikan oleh narasumber bahwa untuk bisa menghasilkan karya tulisan fiksi yang baik, kuncinya adalah terus belajar, karena dengan terus belajar kita akan seterusnya menjadi pembelajar.

"Bila kau tak mau merasakan lelahnya belajar, maka kau akan menanggung pahitnya kebodohan." ( Imam Syafi'i ).





Pangkalpinang, 9 Februari 2022





















Senin, 07 Februari 2022

Menulis itu Mudah


Judul : Menulis itu Mudah
Resume Ke : 10
Gelombang : 23
Hari/ Tanggal : Senin / 7 Februari 2022
Narasumber : Prof. Dr. Ngainun Naim
Moderator : Ibu Ralliyanti.

Kota Bengkalis sungguh indah,
Menjunjung adab dan budaya,
Benarkah menulis itu mudah,
Tolonglah jawab penasaran saya.

Bismillahirrahmanirrahim,
Alhamdulillah ya Allah Engkau masih memberikan hamba waktu dan kesempatan untuk kembali mengikuti kegiatan pelatihan menulis pada malam ini. Teriring selalu Sholawat dan Salam kehadirat manusia mulia, junjungan kita semua Nabi Allah Muhammad Saw.

Malam ini adalah malam yang ke-sepuluh. Ketika melihat flyer yang dishare tadi sore dan kemudian membaca tema "Menulis itu Mudah", timbul pertanyaan dalam benak saya " Masa sich? Koq bisa? Gimana caranya?" Karena dari apa yang saya rasakan dan alami, menulis itu bukanlah sesuatu hal yang mudah untuk dilakukan. Saya sering mengalami kesulitan dalam menuangkan ide-ide ketika menulis atau bahkan seringkali ide-ide itu tidak muncul sama sekali. Kalau memang benar apa yang tertulis di flyer, saya sangat penasaran dan ingin segera menemukan jawaban atas rasa penasaran saya ini. Untuk menjawab rasa penasaran inilah maka saya sangat antusias mengikuti materi pada malam ini. Insha Allah rasa penasaran ini akan terjawab.

Setelah melaksanakan kewajiban saya selaku seorang muslim, yaitu sholat Maghrib sayapun segera mengatur posisi tempat duduk saya dan kembali menyalakan laptop. Ditemani secangkir teh panas dan beberapa potong kue, sayapun mulai menyimak materi pada malam ini.

Rasa penasaran saya tentang tema kita " Menulis itu Mudah" akan terjawab oleh narasumber kita yaitu seorang bapak yang belum terlalu tua tetapi sudah menyelesaikan pendidikan S3 dan mendapat gelar doktor. Sungguh suatu pencapaian luar biasa yang tidak semua orang bisa. Beliau adalah bapak Prof. Dr. Ngainun Naim. Sedangkan yang akan memandu pelatihan malam ini adalah seorang ibu muda yang Masha Allah cantiknya, yaitu ibu Ralliyanti
Diawal pertemuan ibu Ralliyanti selaku moderator terlebih dahulu membagikan Curriculum Vitae atau Daftar Riwayat Hidup narasumber. 

Profil Singkat Narasumber
Prof. Dr. Ngainun Naim lahir di Tulungagung pada 19 Juli 1975. Pekerjaan sehari-hari sebagai Dosen UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Pendidikan dasar diselesaikan oleh Ngainun Naim di SDN Sambidoplang Sumbergempol Tulungagung (1988), kemudian melanjutkan ke MTsN Tunggangri Kalidawir Tulungagung (1991), lalu melanjutkan ke MAN Denanyar Jombang yang ada di PP Mamba’ul Ma’arif (1994). Tahun 1994-1996 melanjutkan studi S-1 di IAIN Sunan Ampel Surabaya. Karena satu dan lain hal, jenjang S-1 diselesaikan di STAIN Tulungagung (1998). Tahun 2000 melanjutkan jenjang magister di Universitas Islam Malang yang diselesaikan pada tahun 2002. Mulai tahun 2007 kuliah S-3 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang diselesaikan pada tahun 2011.
Materi pada malam ini beliau tulis di buku beliau dengan judul yang sama " Menulis itu Mudah" yang beliau tulis diawal tahun 2021.


Uraian Materi
Untuk menjawab apa betul menulis itu mudah, terlebih dahulu kita harus mengetahui beberapa hal terkait menulis.

Apa yang dimaksud Menulis?

Menulis adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam rangka untuk mengembangkan budaya. Menulis jika sudah menjadi budaya akan memberi dampak yang sangat luar biasa. Pada tahun 2021 Bapak Ngainun membuat buku yang berjudul “Menulis Itu Mudah” buku ini berisi cara – cara dan kiat – kiat  untuk penulis pemula menekuni dunia tulis menulis.

Benarkah menulis itu mudah?

Jawaban dari pertanyaan ini adalah relatif, artinya menulis itu bisa mudah, bisa sulit atau bisa juga kadang-kadang mudah, kadang-kadang sulit, namun nara sumber malam ini bisa meyakinkan para peserta semua bahwa menulis itu mudah.

Bagaimana kita bisa yakin bahwa menulis itu mudah?

Kita yakin bahwa diantara kita banyak yang mengalami kesulitan dalam menulis. kadang-kadang kita sudah berjam-jam duduk didepan laptop tetapi tidak ada satupun kata yang tertulis, bahkan bisa saja kita sudah mengikuti berbagai pelatihan dan aneka kursus menulis tetapi kenyatannya kita sampai sekarang belum juga bisa menulis. Karena itu beliau mengajak kita semua peserta pelatihan untuk menata kembali niat kita dalam menulis.

Bagaimana  langkah-langkah agar menulis itu mudah dalam makna yang sebenarnya?

UBAH POLA PIKIR, artinya selama ini kesan kita bahwa menulis itu sulit. Hal ini tidak hanya menjadi kesan tetapi juga menjadi pengetahuan dan kemudian menjadi kesadaran. Hal ini terlihat sederhana tapi dampaknya sungguh luar biasa. Menulis pada akhirnya akan menjadi betul-betul sulit. Sekarang saatnya kita merubah pola pikir tersebut. Bangun pemahaman, bangun pula keyakinan dan kesadaran bahwa Menulis itu Mudah. Tanamkan terus sekuat-kuatnya dalam diri kita. Ketika kita mengalami kendala berupa kesulitan menuangkan ide dalam kalimat, maka yakinkan diri kita sendiri bahwa menulis itu tidak sulit dan jangan mudah berputus asa. Dengan demikian kita akan mampu menyelesaikan tulisan kita.

BERLATIH MENULIS, mempelajari teori menulis itu penting, tetapi kalau kita hanya mempelajari teori saja maka kita tidak akan pernah menulis seumur hidup kita. Maka untuk menjadi penulis yang sukses wajib hukumnya kita melatih diri disiplin menulis setiap hari walaupun hanya satu paragraph. Jika kita lalai satu hari saja tidak menulis, maka esok harinya kita akan lalai lagi dan enteng saja. Menulis itu butuh proses dengan cara terus berlaith. Menulis bukanlah membuat mie atau kopi instan yang bisa langsung jadi.

BANYAK MEMBACA, Menulis itu ibarat kita mengeluarkan tabungan bacaan yang ada diotak kita. Jika kita tidak pernah membaca apa yang akan kita keluarkan. Membacalah sedikit demi sedikit setiap hari agar tabungan bacaan kita bertambah. Jika ada hal-hal yang penting kita bisa mencatatnya. Usahakan pahami apa yang kita baca, jangan asal selesai membaca. prinsipnya utamakan paham bukan katam.

MELUANGKAN WAKTU, Semua orang pasti mempunyai kesibukan dengan aktifitas masing-masing siapapun dia. Untuk bisa menulis kita harus bisa memanajemen waktu atau mengatur waktu dengan baik. Jangan menunggu waktu luang untuk menulis, tapi luangkanlah waktu untuk menulis. Jika kita luangkan waktu setengah atau satu jam saja untuk menulis, maka kita akan melihat hasil yang sangat luar biasan dan narasumber kita pada malam ini sudah membuktikannya sendiri.

RAJIN MENGAMATI, MENCATAT, DAN MENGOLAH APA YANG SUDAH DICATAT MENJADI TULISAN, catatlah apa saja yang kita lakukan,  misalnya ketika kita mengadakan perjalanan ke suatu tempat, catatlah hal apa saja yang menarik dan unik tentang tempat tersebut. Atau ketika kita mengalami suatu peristiwa yang sangat penting dan membanggakan dalam kehidupan kita., seperti contonya kita bapak narasumber mengadakan perjalanan ke Ternate atau kita beliau mendapat undangan penyerahan SK GB pada upacara HAB Kemenag. Ternyata apa yang ingin kita tulis, bisa kita dapatkan dari mana saja.


BELAJAR MENULIS KEPADA PARA PENULIS, Group belajar menulis PGRI ini adalah media belajar kita. Kunjungi blog teman-teman, baca tulisan mereka dan berikan komentar tulisan demi tulisan yang kita baca. Dengan demikian kita akan terbiasa menulis dan ini merupakan cara belajar yang efektif. Tidak ada istilah terlambat untuk belajar, belajarlah dari siapapun. Apalagi jika kita bisa belajar dari para penulis yang sudah mempunyai jam terbang yang banyak, karena mereka mempunyai banyak ilmu dan pengalaman di dunia menulis.

Dari paparan nara sumber diatas dan dari beberapa pertanyaan yang diajukan para peserta  kita bisa menyimpulkan bahwa untuk menjadi penulis yang sukses butuh proses dan butuh latihan. Menulis tidaklah seperti membuat mie instan  atau dengan ucapan sim salabim. Selain itu ubahlah mindset kita yang mengesankan bahwa menulis itu sulit, kita ubah menjadi menulis itu mudah dan menyenangkan. Teruslah menulis dan teruslah berlatih. Diakhir pertemuan narasumber memberikan pesan bahwa jika ke-enam langkah supaya menulis itu mudah, hanya dibaca dan tidak dipraktikkan, maka menulis akan tetap menjadi sulit. Karena itu marilah kita coba memahami dan melaksanakan ke-6 langkah yang sudah diberikan, supaya kita bisa mulai untuk menjadi seorang penulis. Jangan ragu untuk mulai menulis, karena dengan seringnya kita menulis maka suatu saat nanti kita akan dapat menghasilkan tulisan yang bermutu dan diterima banyak orang.
Demikian pertemuan kita malam ini, dengan harapan tentu saja apa yang disampaikan narasumber pada malam ini akan dapat merubah pola pikir kita untuk segera mulai dan teruslah menulis.Wassalam.




Pangkalpinang, 7 Februari 2022







































Sabtu, 05 Februari 2022

Komitmen Menulis di Blog

 

Judul : Komitmen Menulis di Blog
Resume ke : 9
Gelombang : 23
Hari / Tanggal : Jumat / 4 Februari 2022
Narasumber : Drs. Dedi Dwigatama, M.Si.
Moderator : Ibu Rosminiyati, S.Pd.

Bismillahirrahmanirrohim,

Saya mulai pertemuan malam ini dengan sebuah pantun :

Cahaya bulan berpadu bintang,
Panas menyengat di kota Banjar,
Malam kesembilan kian menantang,
Tetap semangat dan teruslah belajar.

Selanjutnya tak henti-hentinya rasa syukur saya  kehadirat Allah SWT yang maha pengasih tanpa pilih kasih juga yang maha penyayang tiada terbilang. Berkat kasih dan sayang Allah, saya masih diberikan waktu, kesempatan dan kesehatan untuk bersama bapak ibu guru-guru hebet se- Indonesia.
Malam ini tanpa terasa telah memasuki malam yang ke-9 pertemuan belajar menulis (BM) PGRI.

Saya merasa sangat beruntung karena selama lebih kurang 8 malam ini saya telah bertemu dan bersama orang-orang  hebat di Indonesia sebagai narasumber dalam kegiatan BM PGRI untuk menambah ilmu dan passion saya terhadap menulis.

Seperti pada malam ini, saya kembali bertemu dengan seorang narasumber hebat yang akan membersamai kami para peserta BM PGRI dengan tema " Komitmen Menulis di Blog". Beliau adalah Drs. Dedi Dwigatama, M.Si. Sedangkan yang mendapat tugas sebagai moderator adalah teman satu sekolah dengan saya. Dari beliaulah saya belajar membuat blog dan beliau pulalah yang mendorong saya untuk mengikuti kegiatan BM PGRI ini. Beliau adalah ibu Rosminiyati, S.Pd. 

Profil Singkat Narasumber

Drs. Dedi Dwigatama dilahirkan  di Jakarta, 28 Nopember 1964. Beliau telah menjadi Guru di Sekolah Teknologi Menengah Negeri 39 Jakarta selama tujuh belas tahun. Pada tahun 2005 beliau diangkat sebagai Kepala Sekolah di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Jakarta, 4 tahun kemudian yaitu tahun 2009 beliau berpindah sebagai Kepala Sekolah di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 36 Jakarta, Sekolah khas dimana terdapat program studi nautika kapal penangkap ikan, teknik kapal penangkap ikan dan agribisnis perikanan, dan sampai Nopember 2011 menjadi Kepala Sekolah di SMKN 29 Penerbangan Jakarta yang merupakan satu-satunya sekolah Penerbangan Negeri di Jakarta hingga akhir tahun 2012, saat ini menjadi Guru Matematika di SMKN 50 Jakarta. Untuk profil lengkap narasumber pada malam ini dapat dilihat dilink :


Kegiatan malam ini agak berbeda dari malam-malam sebelumnya. Biasanya narasumber akan memberikan kesempatan kepada para peserta untuk bertanya setelah pemberian materi, namun pada malam ini Ibu Rosminiyati selaku moderator telah menginformasikan sebelumnya bahwa narasumber akan memberikan materi sesuai dengan pertanyaan dari para peserta, dan inilah rangkuman pertanyaan dari para peserta.

Uraian Materi 

Apa itu Blog?
Sebelum kita berbicara banyak tentang masalah Blog, ada baiknya mungkin kita harus terlebih dahulu memahami apa itu blog. Tadi saya sempat googling mencari pengertian blog. Menurut Wikipedia blog adalah bentuk aplikasi web yang berbentuk tulisan pada sebuah halaman web. Tulisan-tulisan ini seringkali dimuat dalam urutan terbaru dahulu sebelum diikuti isi yang lebih lama, mekipun tidak selamaya demikian. Pengertian lain dari blog adalah website berupa media online yang berisi konten dalam bentuk artikel atau tulisan, video, dan foto yang dikelole oleh seorang bloger atau penulis.

Mengapa dan apa manfaat kita menulis di Blog?
Menurut narasumber menulis di blog seperti menulis  catatan dibuku harian (diary), namun diary hanya bisa dilihat sipemilik sedangkan menulis di blog sebuah diary yang bisa dipublikasikan di internet dan bisa dibaca semua orang diseluruh dunia. Manfaat yang bisa kita dapatkan dengan menulis di blog kita dapat memberikan referensi kepada orang lain yang membutuhkan sebuah referensi bahkan narasumber pernah keluar negeri mewakili Indonesia ke Seoul Korea Selatan karena beliau menggunakan blog sebagai interaksi pembelajaran. kriteria Blog yang bagus diantaranya bahwa blog tersebut diuodate atau diperbarui secara rutin, isi blog juga harus bermanfaat bagi banyak orang, serta tentu saja blog itu dikunjungi banyak pengunjung. Blog bisa diupdate setiap hari, satu pekan satu kali, ataupun sebulan sekali tergantung pemiliknya.

Ini adalah tampilan Blog pertama narasumber.

Sumber : Drs. Dedi Dwigatama, M.Si.

Ini adalah penampakan blog terakhir beliau
 Sumber : Drs. Dedi Dwigatama, M.Si.

Tips atau konsep dan cara memotivasi diri agar komitmen menulis di blog konsisten menulis setiap hari adalah dengan cara kita harus berkomitmen untuk menulis setiap hari baik kita kelola sendiri ataupun kita bisa meminta murid kita untuk menulis dan kita posting diblog. Ketika ada kesempatan menulis narasumber akan menulis dimanapun dan kapanpun, bahkan pada saat menunggu keberangkatan di bandarapun narasumber akan menulis apapun. Jika kita mempunyai beberapa buah blog, maka kita bisa blog kita itu mempunyai isi yang sama, karena blog kita ibarat rumah kita , mau kita bangun dengan model dan yang sama ataupun dengan menggunakan furnitur yang sama boleh saja dan tidak ada yang bisa melarang.

Tips agar blog ramai dikunjung.

Tips ataupun cara agar blog kita ramai pengunjungnya ada banyak cara, diantaranya :  
  • Isilah blog anda dengan apa saja yang banyak orang cari dan butuhkan.
  • Sering - seringlah berkunjung ke blog orang lain dan meninggalkan komentar di blog orang lain, etikanya org itu akan berkunjung ke blog anda,
  • Promosikan blog anda di group WA, instagram, twitter, facebook, dsb
  • Perbanyaklah postingan-postingan yang banyak dibaca orang.
Cara memilih tema yang bagus menurut nara sumber tergantung mood, ide, keresahan, bacaan terbaru, omongan teman, acara TV, konten youtube atau apa saja bisa jadi pilihan tema tulisan. Tema bebas kita pilih, yang penting tulis saja tidak usah memikirkan  soal kualitas , karena langit tak bertepi, selalu ada langit di atas langit. Nara sumber juga menulis dengan santai dan dengan gaya bahasa sendiri.

Cara memperkenalkan blog kita kepada khalayak kalau zaman dulu kita bisa tuliskan alamat blog di kartu nama, namun pada zaman sekarang kita bisa kopi link blog kita dan sebarkan di semua group WA yg ada di HP kita, jika kita adalah guru berikan pelajaran lewat blog anda, kasih link pengisian daftar hadir dan link soal di blog kita, maka semua murid anda akan mengunjungi blog kita maka blog kita jadi terkenal atau lakukan cara lain sesuai khalayak yang kita punya. 

Tips agar kita pintar dan cerdas dalam mem-branding blog supaya terkenal di pasar internet, kekinian, dan terus menyesuaikan diri pada masa yang akan datang adalah dengan cara banyak membaca, termasuk baca "blog" terkenal orang luar negeri, akhirnya kita akan mengetahui apa trend masa kini dan bisa meramalkan trend masa yang akan datang, bahkan kita bisa membuat trend masa depan.

Saya sangat terkesan dengan kalimat motivasi yang diberikan oleh narasumber bahwasanya kalau gajah mati akan meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang tetapi kalau manusia mati tidak lagi meninggalkan nama tetapi meninggalkan tulisan yang akan menjadi jejak keberadaan kita. Walaupun tulisan kita tidak ada yang membaca, kalau itu kita niatkan untuk kebaikan maka akan jadi amal kebaikan bagi kita. karena itu komitmenlah untuk menulis maka kita akan lihat apa yang akan kita hasilkan kemudian. Semoga apa yang disampaikan oleh narasumber pada malam ini akan bermanfaat dan memberi dorongan motivasi pada para peserta untuk tetap komit menulis di blog. Insha Allah.


Pangkalpinang, 4 Februari 2022



























Rabu, 02 Februari 2022

Mengatasi Writer's Block


Judul : Mengatasi Writer's Block
Resume ke : 8
Gelombang : 23
Hari / Tanggal : Rabu / 2 Februari 2022
Narasumber : Ditta Widya Utami, S.Pd, Gr.
Moderator : Widya Setianingsih

Bismillahirrahmanirrohiim,
Alhamdulillah saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kesehatan dan kesempatan sehingga pada malam yang ke-8 ini saya masih bisa mengikuti kegiatan pelatihan belajar menulis PGRI ini. Tak lupa pula selalu sholawat kita ke Nabi junjungan kita Rasulullah Muhammad SAW. 

Malam ini kembali saya duduk menghadap ke laptop dan siap untuk memulai kembali  aktifitas baru saya yaitu pelatihan belajar menulis. Meskipun kondisi kesehatan tidak begitu mendukung setelah melaksanakan puasa bulan rajab pada hari ini ditambah dengan cuaca yang cukup terik sampai malam hari ini, namun saya harus tetap punya motivasi untuk melanjutkan pelatihan ini hingga akhir, Insha Allah. 

Seperti biasa pelatihan malam ini akan dipandu oleh seorang moderator, dan yang menjadi moderator pada malam ini adalah Widya Setianingsih, seorang ibu yang masih sangat muda, enerjik dan cantik. Diawal pembukaan ibu widya sudah memberikan sedikit sinyal tentang apa yang akan disajikan oleh narasumber pada malam ini. Narasumber kita pada malam ini seorang ibu guru yang masih sangat  muda belia, Masha Allah diusia yang masih sangat belia banyak sekali prestasi dan penghargaan yang sudah beliau raih. 

1. Profil Singkat Narasumber

Ditta Widya Utami, S.Pd.Gr. adalah salah satu guru IPA di SMPN 1 Cipeundeuy, Subang, Jawa Barat. Lahir di Subang, 23 Mei 1990. Menikah dengan Muhammad Kholil, S.Pd.I. dan telah dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Muhammad Fatih Musyfiq. Selain aktif di MGMP, anak kedua dari pasangan Dastewi, S.Pd. dan Tia Makmur Setiana, S.Pd. ini juga aktif di bidang literasi.
 
Riwayat pendidikan :
  • SDN Cipeundeuy Subang (1996-2002)
  • SMPN 1 Cipeundeuy Subang (2002-2005)
  • SMAN 1 Purwakarta (2005-2008)
  • Pendidikan Kimia UPI (2008-2012)
  • PPG Daljab A3 UNM (2020)

Karya tunggal :

  • Precious (2017-2019), a novel 12 chapter - tersedia di Wattpad (klik di sini)
  • Mengapa Tak Kau Tanyakan Saja (2019), a short story 10 chapter - tersedia di Wattpad (klik di sini)
  • Djogja Backpacker (2019), a short story 5 chapter - tersedia di Storial (klik di sini)
  • Buku "Lelaki di Ladang Tebu" (2020), kumpulan cerpen pendidikan (silahkan cek Instagram @dittawidyautami untuk melihat testimoninya)
  • Buku "Membongkar Rahasia Menulis" (2021), kumpulan tulisan selama mengikuti lomba blog PGRI bulan Februari
  • Buku "Sepenggal Kisah Corona : Memoar Perjalanan Hidup Selama Satu Tahun Pandemi" (2021)
Selain buku yang ditulis solo oleh beliau, banyak juga karyatulis yang beliau ciptakan bersama , contohnya :
  • Jejak Langkah Guru Subang (2019) - kumpulan best practice, MGMP IPA Subang
  • Guru di Ladang Ilmu (2019) - kumpulan cerpen karya guru, Komunitas Pengajar Penulis Jawa Barat (KPPJB)
  • Sepenggal Kisah di Ruang Cipta Pentigraf (2020) - KPPJB
  • Dari Mata Air Hingga Muara (2020) - Literasi Subang Bihari dan Berwibawa (Lisangbihwa)
  • Pelangi Jiwa (2020) - kumpulan kisah inspiratif, KPPJB
  • Pena Digital Guru Milenial (2020) - kisah para guru blogger, PGRI
  • Menyongsong Era Baru Pendidikan (2020) - bersama Prof. Eko Indrajit
  • Pola Pembelajaran yang Efektif dari Rumah (2020) - Hasil Lomba Blog Hardiknas (PGRI)
  • Sumbu Saihu Lisangbihwa (Jan 2021) - antologi puisi Saihu, Saihula, Saihudan bersama Lisangbihwa
  • Dendang Asa Dalam Untaian Kata (Jan 2021) - antologi pentigraf bersama KPPJB Regional Subang
  • Meniti Asa : Kumpulan Kisah Awal Menjadi Guru (Feb 2021) - KPPJB
  • Kelas Bertembok Pelangi (Agustus 2021) - FIMNesia
  • Aku Bangga Jadi Anak Muslim (proses cetak) - Jendela Puspita

2.  Uraian Materi

Istilah "Writer's Block " dipopulerkan pertama kali oleh psikoanalisis Edmund Bergler, yang berarti suatu keadaan saat penulis kehilangan kemampuan menulis atau tidak menemukan gagasan baru untuk tulisannya. (Wikipedia). 


Sumber : Ditta Widya Utami

"Virus Writer's Block" ini bisa menyerang siapapun, baik itu penulis pemula ataupun penulis profesional. Penulis cerpen maupun puisi, penulis artikel ataupun jurnal ilmiah ataupun penulis yang masih muda maupun yang tidak muda lagi. 

Writer's block umumnya tidak disebabkan oleh masalah komitmen/kompetensi menulis. Tanda-tanda bahwa kita terkena virus writer's block diantaranya adalah sulit fokus, tidak ada inspirasi untuk menulis, menulis bisa lebih lambat dari biasanya ataupun kita merasa stress dan frustrasi untuk menulis. Untuk itulah ketika gejala writer's block ini muncul kita harus segera bangkit, karena Writer's Block (WB) ini bisa menjangkit dalam hitungan menit, jam, hari, minggu, bulan bahkan tahunan.


Sumber : Ditta Widya Utami

Berapa lama WB ini bisa terjadi tergantung seberapa cepat seorang penulis dapat atau mampu mengatasi kondisi WB tersebut. Untuk bisa mengatasi WB ini langkah pertama yang harus kita lakukan adalh menemukan ataupun mengetahui penyebabnya. Penyebab WB ini bisa jadi beraneka ragam, bisa jadi bukan hanya 1 faktor saja, bisa jadi faktor penyebab WB ini adalah gabungan dari beberapa faktor.

Ada beberapa penyebab yang dialami seseorang sehingga menyebabkan orang ini terkena "Virus WB", yaitu :
  • Mencoba metode atau topik baru dalam menulis.
  • Stress
  • Lelah secara fisik dan mental
  • Bersifat terlalu perfeksionis

Sumber : Ditta Widya Utami

Mencoba metode/topik baru dalam menulis
Contoh yang sederhana  bisa dikaitkan dengan minat menulis kita.
Misalnya saja  kita lebih senang dan berminat menulis cerpen. Maka, ketika kita ingin mencoba menulis puisi, kemungkinan kemampuan menulis kita akan sangat dan sangat melambat.
Karena tentu saja puisi itu punya karakteristiknya sendiri. Padat makna dan Indah susunan kata-katanya. Jika kita berminat untuk belajar puisi, apa yang harus kita lakukan agar tidak terserang virus WB? Jawabannya derhana sekali yaitu lkita harus tetap berlatih dan terus belajar tanpa jemu, karena semakin sering kita berlatih, maka kita akan semakin kenal dengan puisi dan Insha Allah virus WB akan menjauh dari kita.

Stress, Lelah Fisik/Mental
Kita semua adalah pekerja dengan profesi dan pekerjaan yang berbeda-beda. Tekanan pekerjaan dapat membuat kita stressjuga membuat kita lelah secara fisik maupun mental.
Tubuh kita bukanlah robot. Maka untuk mengatasi penyebab WB yang satu ini, tak ada jalan lain kecuali kita harus beristirahat sejenak. Lakukan hal-hal yang kita suka. Kita bisa melakukan hal yang merupakan hobby kita.

Terlalu perfeksionis
Walaupun perfeksionis itu boleh, tapi menjadi terlalu perfeksionis itu berbahaya, karena tidak ada manusis yang sempurna, kesempurnaan hanya milik Allah saja. Ada pepatah yang mengatakan  perfectionism kills creativity ( Perfeksionis itu menghilangkan kreatifitas), karena rasa ingin sempurna bisa membawa kita memiliki pemikiran yang negatif. Ketika kita menulis, mungkin kita pernah mendapatkan kalimat-kalimat : "tulisan kamu tuh belum bagus, masih banyak salah, masih nggak sesuai EYD, jangan posting dulu, masih belum layak dan lain-lain. Jika kita ingin tulisan kita yang terlalu sempurna, maka tulisan kita itu tidak akan pernah selesai. Karena itu menulislah setiap hari dan buktikan bahwa tulisanmu akan menemukan takdirnya (pada pembaca).

3. Sesi Tanya Jawab.

Pada sesi tanya jawab ada beberapa pertanyaan diantaranya :
Ketika kebuntuan berpikir sering sekali datang tak diundang, untuk menulis satu paragraf pun kadang tidak bisa. Meski sudah dibawa rehat, bawa olahraga, kadang sambil nyanyi2 juga. Untuk menghilangkan kebuntuan dalam menulis apa yang harus dilakukan? Ada beberapa cara yang bisa membantu, misalnya :
1. Gunakan cara Omjay yaitu buat tulisan dari foto. Silakan cari foto apa pun. Yang paling berkesan boleh. Mau foto mantan yang kini jadi suami juga boleh. Tulislah apa pun yang berhubungan dengan foto itu.
2. Tidak hanya foto. Coba dengar musik, lantunan ayat suci, lihat sekeliling. Percayalah. Bahkan dari jemuran pun, kita bisa membuat tulisan.

Maksud dari penyebab WB yaitu salah satunya pada sat kita menentukan topik baru adalah sebetulnya mirip dengan metode baru. contohnya pada saat kita mengikuti lomba menulis yang biasanya tema atau topiknya sudah ditentukan. Ketika kita merasa asing dengan tema tersebut maka tidak serta merta kita akan lancar menulis, kalau kita biarkan mungkin kita akan mundur dari perlombaan tersebut, namun jika kita memilih untuk menepis virusWB itu dengan cara mencari berbagai referensi, maka Insha Allah virus WB tersebut akan menjauh.

Virus WB berbeda dengan overthinking. Jika overthinking lebih psikologi penulisnya. artinya penulis terlalu memikirkan hal-hal yang belum tentu terjadi. Bisa saja overthinking menyebabkan WB. Overthinking itu misalnya penulis terlalu memikirkan apakah bukunya nanti laku atau tidak, bakal dibaca orang atau tidak ataupun banyak yang komen atau tidak. Kalau dibiarkan maka sipenulis bisa kena WB.

Demikian pelatihan malam ini, malampun semakin larut dan ragapun sudah memberi isyarat untuk beristirahat. terimaksih untuk narasumber yang begitu antusias, menarik dan bersemangat. Semoga apa yang beliau sampaikan pada malam ini dapat memberikan dorongan dan motivasi pada diri kita untuk bisa bangkit jikalau diri kita terkena virus Writer's Block.  Diakhir saya kutip kembali kata-kata penyemangat dari narasumber yang beliau dapat dari kegiatan bedah buku kemarin malam. Niatkan kuat-kuat dalam hati. 
Aku ingin menulis 1000 buku, dalam waktu 1000 tahun, meskipun 1000 rintangan silih ganti menghadang. Alangkah senangnya jika kita bisa menunaikannya. Insya Allah.



Pangkalpinang, 2 Februari 2022
















Senin, 31 Januari 2022

Menulis Buku Mayor dalam Dua Minggu

 Menulis Buku Mayor dalam Dua Minggu


Judul : Menulis Buku Mayor dalam Dua Minggu
Resume ke : 7
Gelombang : 23
Hari / Tanggal : Senin / 31 Januari 2021
Nara Sumber : Prof. Richardus Eko Indrajit
Moderator : Bunda Aam Nurhasanah, S.Pd

Bismillahirrahmanirrohiim,

Saya awali kegiatan belajar menulis malam ini dengan lafaz basmallah, karena selaku seorang muslim saya sangat percaya bahwa dengan lafaz ini apapun yang akan kita kerjakan akan mendapatkan ridho dan barokah dari Allah SWT. Selanjutnya tentu saja puji dan syukur saya atas segala nikmat yang begitu banyak yang telah Allah karuniakan kepada saya, dan tak lupa sholawar dan salam kita haturkan  ke hadirat junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW yang sangat kita harapkan syafaat beliau di hari akhir nanti.

Malam ini memasuki malam yang ke-7 dari 30 kali pertemuan yang direncanakan. Nara sumber pada malam hari ini adalah seorang bapak yang hebat  dengan segudang pengalaman  sebagai seorang penulis dengan segudang prestasi pula. Beliau adalah Prof. Richardus Eko Indrajit. Materi yang akan beliau bagikan ke peserta pada malam ini adalah "Menulis Buku Mayor dalam Dua Minggu" untuk menghantarkan penulis pemula menembus penerbit  mayor. Sedangkan yang bertindak sebagai moderator adalah seorang yang mempunyai pengalaman yang telah menerbitkan buku bersama penerbit mayor, yaitu Bunda Aam Nurhasanah. Malam ini seperti biasa bunda Aam selaku moderator mengawali pertemuan dengan perkenalan diri beliau, dilanjutkan dengan memperkenalkan nara sumber.

Tidak seperti malam sebelumnya, malam ini pelaksanaan pelatihan belajar menulis dimulai lebih awal karena kesibukan Prof. Eko, beliau hanya bisa membersamai peserta satu jam saja. Para peserta pelatihan pasti sangat memaklumi kesibukan beliau, dan itupun Alhamdulillah karena beliau masih memberikan waktu dan menyempatkan diri untuk memberikan materi pada malam ini, terimakasih Prof. Eko. 

Prof R. Eko Indrajit dilahirkan di Jakarta pada 24 Januari 1969. Beliau dikenal sebagai seorang tokoh pendidikan dan pakar teknologi informatika. Sekarang beliau menjabat sebagai Rektor Universitas Pradita. Beliau aktif sebagai narasumber diberbagai seminar dan lokakarya, selain beliau juga seorang penulis buku serta jurnal yang telah dipublikasikan baik didalam maupun diluar negeri. Saat ini beliau tercatat sebagai salah satu anggota Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan sebagai Ketua Smart Learning and Character Center (PSLCC) PGRI yang berperan melakukan pengembangan profesi guru dan pendidikan karakter berbasis teknologi dan informasi. Untuk mengetahui biodata lengkap Prof. Eko Indrajit dapat dilihat dilink berikut.

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Richardus_Eko_Indrajit    

Bunda Aam adalah salah satu penulis yang pernah berduet kolaborasi dengan Prof. Ekoji, serasa mimpi ketika bunda Aam melihat buku hasil karya beliau terpajang di rak Gramedia di seluruh Indonesia.

Prof. R. Eko Indrajit mengawali kegiatan menulis  semenjak tahun 1999, ketika itu usia beliau 30 tahun. Hal yang mendorong beliau menjadi seorang penulis adalah sejumlah mahasiswa beliau yang mendesak untuk menuliskan hal-hal baru pasca kerusuhan Mei 1998, yang menyebabkan mereka tidak lagi sanggup membeli buku-buku terbitan luar negeri yang mahal harganya (ingat ketika itu nilai dolar melambung tinggi tak terkendali). Dikala itu belum ada internet seperti sekarang ini, maka untuk mendapatkan ide menulis beliau pergi ke perpustakaan, mencari buku-buku bahasa Inggris yang berisi ilmu mengenai IT.

Setiap menemukan satu gambar yang menarik, beliau ringkas isinya, dan beliau sampaikan dalam Bahasa Indonesia yang mudah dipahami. Biasanya setiap satu artikel  menjelaskan mengenai satu gambar diagram dalam 3-5 halaman.Setelah kurang lebih 3 bulan, tak terasa ternyata beliau telah menulis mengenai 50 diagram, atau 50 artikel. kemudian beliau merangkumnya menjadi satu buku bunga rampai (campuran artikel seputar IT), dan mengirimkannya ke Gramedia, dan ternyata buku tersebut diborong banyak orang (terutama mahasiswaa), dan sampai dicetak ulang 3 kali dalam setahun. Setelah peristiwa ini,beliau menjadi ketagihan menulis.

Peristiwa yang menarik justru terjadi setelah menulis. Begitu banyak panggilan dari sana sini untuk mengisi seminar. Beliaupun dapat berkeliling Indonesia dengan gratis seperti yang beliau cita-citakan ketika masih kecil. Beliaupun mulai kerap mengisi berbagai seminar di sejumlah kota-kota di Indonesia.

Akhirnya semenjak tahun 2000, beliaupun konsisten menulis buku. Paling tidak ketika itu, dalam satu tahun  menerbitkan 2-3 buku.

Awalnya buku-buku beliau diterbitkan oleh Elexmedia Komputindo, beliaupun lalu mencoba kepenerbit lain. Penerbit ANDI Yogyakarta ternyata tertarik pula untuk menerbitkan buku beliau. Buku beliau yang bertajuk E Governmet Publikasi Penerebit ANDI merupakan buku yang sangat populer hingga saat ini. Alasannya karena pada saat itu belum banyak buku referensi yang membicarakannya, isu tentang E-Government sedang hangat-hangatnya di Indonesia.

Hal yang menginspirasi beliau untuk menyusun buku bersama dengan guru-guru hebat selama masa pandemi ini adalah peristiwa yang terjadi di masa lalu, tepatnya ketika beliau menjadi seorang asesor bagi Universitas Ahmad Dahlan.Ketika itu beliau diminta untuk mewawancarai mahasiswa dari UAD, dan bertemulah beliau  dengan Sdr. Ardiansyah. Beliau adalah mahasiswa yang pintar dan kritis. Pada saat itu Ardiansyah dan teman-teman sedang ketagihan menjadi praktisi open source, yaitu software-software gratis yang berkembang sebagai bentuk "protes" dari komunitas programmer dunia atas dominasi Microsoft yang harus berbayar mahal. Sdr. Ardiansyah bercerita bahwa dia memiliki teman sekitar 20 orang yang masing-masing ahli di satu software open source karena sering menggunakannya. Mereka beranggapan bahwa apabila seluruh Indonesia tahu mengenai fenomena software gratis ini, akan majulah negara kita.

Setelah mendengar hal itu, timbulah gagasan ide. Akhirnya Prof. Ekoji bersama sdr. Ardiansyah dan beberapa orang temannya berkumpul di sebuah warung dekat Bandara Adi Sutjipto, dan membuat suatu ide yang mereka sebut sebagai "ide gila". Prof. Ekoji meminta masing-masing mereka menulis satu buku sesuai dengan keahlian mereka, lalu buku itu diberikan kepada beliau,  kemudian beliau edit, dan meminta sebuah perusahaan untuk mempublikasikannya. disini beliau berfungsi hanya sebagai penulis kedua, karena memiliki peran mengedit dan menyarankan tata struktur isinya. Namun akhirnya 25 buku yang mereka tulis disepakati untuk diterbitkan. Rektor UAD pada saat itu sangat terkejut ketika mengetahui bahwa mahasiswa mereka berhasil menerbitkan buku bersama Prof. Ekoji.

Inilah buku yang beliau tulis bersama para mahasiswa UAD


Setelah itu beliaupun semakin ketagihan menulis, selain Elexmedia dan Penerbit ANDI , beliaupun  mencoba mulai menulis ke penerbit lain seperti Penerbit Grasindo dan lain-lain. Awal mula perkenalan beliau dengan 
Penerbit ANDI Yogyakarta dimulai dalam acara bedah buku yang berjudul E-Business. Di situ beliau belajar banyak  bagaimana caranya membuat buku yang laku di pasaran. Pada saat itulah beliau berguru dengan Penerbit ANDI untuk tulisan-tulisan berikutnya. Hal yang paling menakjubkan adalah ternyata orang tua beliaupun ingin menerbitkan buku setelah masa pensiun sebagai ahli logistik. Akhirnya lahirlah buku-buku karya ayah dan anak terbitan berbagai penerbit mayor seperti Supply Chain Management, Manajemen Persediaan, Manajemen Outsourcing, Manajemen e-Procurement dan Business Process Reengineering. Selain itu due ayah dan anak ini juga melahirkan dua buku tentang perguruan tinggi, yaitu Manajemen Perguruan Tinggi Moderen dan Welath Management bagi Perguruan Tinggi di Indonesia.

Disesi tanya jawab ada beberapa pertanyaan yang dijawab oleh Prof. Ekoji, diantaranya kriteria  harus dipenuhi agar tulisan kita bisa diterbitkan oleh penerbit mayor adalah KONTEN ATAU JUDUL YANG MENARIK (yang sedang menjadi tren pembicaraan) dan PENULIS YANG DIKENAL (karena memiliki track record bukunya laku di pasaran). Salah satu dari dua itu dapat menjadi pertimbangan, tetapi kalau ada dua-duanya akan menarik bagi penerbit mayor untuk mempublikasikannya dalam bentuk buku fisik maupun e-book. Selajutnya beliau mengatakan jika kita punya ide dan gagasan untuk mengajak anak-anak tingkat SMP menulis, sebaiknya kita memulai menulis dengan hal-hal yang DISUKAI MEREKA, bukan DISUKAI KITA. Fungsi kita adalah sebagai motivator dan editor. Judulnya agar menarik adalah apa yang sedang menjadi hobby mereka saat ini, misalnya berkaitan dengan keterampilan olah raga, kegemaran membuat animasi, kesukaan membuat mural, kegemaran membuat lagi indie, dan lain sebagainya. Tidak usah dulu berfikir dengan masalah bahasa. Intinya adalah ide-ide mereka tersampaikan dengan baik dan banyak yang menikmatinya. Mulailah dengan membaut artikel-artikel berbasis blog sebagaimana yang sudah diajarkan oleh Oom Jay. Dikesempatan ini juga beliau memberikan langkah-langkah membuat draft buku dalam waktu 2 minggu.

  1. Kunjungilah EKOJI CHANNEL, dan carilah sebuah konten/tema yang menarik bagi anda.
  2. Tulislah APAPUN YANG SAYA KATAKAN dalam channel youtube tersebut ke dalam bentuk tulisan.
  3. Strukturkan pembahasan saya tersebut dalam bentuk 5W1H - apakah judulnya (WHAT), mengapa judul tersebut penting (WHY), siapa yang membutuhkannya (WHO), dimana judul tersebut dapat diimpelemntasikan (WHERE), kapan menerapkannya (WHEN), dan bagaimana mengimplementasikannya (HOW).
  4. Memperlihatkan draftnya ke saya agar dapat saya teliti dan komentari.
  5. Saya meminta guru terkait MEMPERKAYA pembahasan dengan menambahkan kontennya dari sumber-sumber refrerensi lain. Saya ajarkan caranya mencari dan mendapatkan referensi tersebut.
Diakhir pemberian materi Prof. Ekoji memberikan tantangan kepada para peserta untuk menulis yang beliau beri nama FEBRUARI ROMANTIS yang diharapkan diikuti maksimum 25 orang guru yang serius ingin menjadi penulis.
Demikian akhir materi pada malam ini dengan terselip harapan semoga nantinya akan lahir penulis hebat dari group belajar menulis PGRI ini yang bisa menembus penerbit mayor dan akan mewujudkan mimpi untuk melihat buku karya kita sendiri akan tertata di toko buku diseluruh Indonesia...Aamiin.


Pangkalpinang, 31 Januari 2022

















































Teknik Promosi Buku

Judul : Teknik Promosi Buku. Resume Ke : 28 Gelombang : 23 Hari / Tanggal : Senin / 21 Maret 2022 Narasumber : Akbar Zainudin Moderator : Wi...